Nelayan di Pulau Sembilan, Kotabaru, Kalimantan Selatan, tidak berani turun ke laut menangkap ikan karena gelombang tinggi mencapai tiga meter disertai angin kencang.
Di perairan Kotabaru, Kalimantan Selatan terjadi angin kencang dan gelombang hingga sekitar tiga meter, kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kotabaru Tri Basuki Rachmad, Senin.
"Laut terlihat memutih, pertanda terjadi gelombang tinggi dan angin kencang," jelasnya. Menurut dia, data yang diterima dari lapangan di Kotabaru terdapat tiga wilayah pesisir yang terkena dampak langsung akibat angin kencang dan gelombang tinggi.
"Wilayah Kecamatan Pulau Laut Tengah, Pulau Laut Barat serta Pulau Laut Kepulauan," katanya. Menurut informasi baru yang diterima, di Desa Tanjung Lalak Kecamatan Pulau Laut Barat ditemukan dua batang pohon kelapa yang tumbang menimpa rumah penduduk.
"Sejak Rabu (14/12) kami sudah berkoordinasi dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika untuk menyampaikan perkiraan cuaca beberapa hari kedepan," ujarnya. Diperkirakn, mulai 14-22 Maret akan terjadi angin kencang dan gelombang pasang cukup tinggi dari biasanya.
Untuk menghindari adanya korban, sejak Senin sore tim satuan penaggulangan bencana daerah sudah diturunkan untuk melihat kondisi di daerah langsung. Camat Pulau Sembilan Jabir, mengakui di wilayahnya beberapa hari ini terjadi angin kencang dan gelombang tinggi.
"Yang jelas kami tetap waspada mungkin saja akan ada lagi ombak susulan," Kata Jabir. Warga Desa Lontar Kecamatan Pulau Laut Barat, Ferry, mengatakan, sejak Senin pagi angin kencang sudah terjadi di daerahnya, terutama mulai pukul 13.00 - 18.00 WITA./C/C
Editor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.