Kepala Dinas Cipta Karya, Permukiman Kotabaru H akhmad Rivai MSi, Jumat, mengatakan tempat pembuagan akhir (TPA) Sebelimbingan yang ada saat ini sudah tidak layak lagi, sehingga Pemkab Kotabaru pada 2012 membangun TPA Selaru. "Rencananya, pembangunan TPA Selaru berada di atas lahan seluas 9,7 hektare dan akan menelan dana sebesar Rp5 miliar yang dibantu oleh pemerintah pusat melalui program pengembangan penyehatan lingkungan permukiman," ujarnya. Dana tersebut akan digunakan sebagai persiapan proyek sebesar Rp14 juta, pembangunan tanggul Rp161 juta, dan pembangunan lapisan liner dan pipa gas Rp2,1 miliar. Pembangunan instalasi pengolahan lindi sebesar Rp1,7 miliar, pembangunan jalan utama dan perkerasan Rp464 juta dan sumur patum Rp9 juta. Rivai berharap dengan dana tersebut Kotabaru memiliki TPA yang representatif, jauh dari permukiman dan memenuhi standar kesehatan dan lingkungan. Dia mengakui, TPA Sebelimbingan masih belum standar seperti yang diharapkan, dekat dengan permukiman dan fasilitas umum yaitu jalan raya. "Ke depan kami berupaya TPA Selaru akan dilengkapi dengan sarana dan prasarana lainnya," kata Rivai. Dengan produksi sampah rata-rata 85 meter kubik, TPA Selaru mampu menampung sampah hingga 30 tahun lebih. Rencananya, lokasi TPA Sebelimbingan yang luasnya sekitar 2,8 hektare akan dibangun fasilitas umum./C/D
Editor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.