Kalimantan Selatan hingga kini belum memiliki data sumber daya alam berdasarkan survei di lapangan sebagaimana yang dimiliki Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur.


Pembantu Rektor III Universitas Lambung Mangkurat M Hadin Muhjat pada dialog tokoh Kalsel di Banjarmasin, Rabu mengatakan, salah satu kelemahan Kalsel untuk bisa berjuang ke pusat adalah karena tidak memiliki data-data akurat tentang potensi sumber daya alam yang ada.

Kondisi tersebut, kata dia, berbeda dengan Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur yang sudah siap dengan data-data riil tentang potensi daerah yang mereka miliki dan harus mereka dapatkan.

"Dengan data-data yang akurat kita lebih mudah untuk berjuang ke pusat untuk mendapatkan yang menjadi hak daerah," katanya.

Anggota DPRD Kalsel Ibnu Sina mengatakan, memang saat ini Kalsel belum memiliki data yang bisa dijadikan pegangan untuk mengetahui secara pasti kondisi riil sumber daya alam.

Misalnya, untuk data produksi tambang batu bara, data antara Dinas Pertambangan, Perdagangan dan Bappeda berbeda sehingga sulit untuk menentukan yang sebenarnya.

Data di Dinas Pertambangan menyebutkan produksi tambang Kalsel 105 juta ton per tahun, tetapi di Dinas Perdagangan hanya sekitar 75 juta ton per tahun, begitu juga dengan di Bappeda.

Ke depan, kata dia, DPRD akan mendorong pemerintah provinsi bekerja sama dengan Universitas Lambung Mangkurat untuk mendata seluruh potensi sumber daya alam Kalsel.

"Dengan demikian, kita akan lebih mudah dan memiliki pegangan untuk bisa memperjuangkan hak-hak ke pemerintah pusat," katanya.

Selain itu, kata dia, dengan data-data yang lebih akurat, pemerintah juga akan lebih mudah menggali dan memaksimalkan pengembangan potensi daerah, bukan hanya di sektor pertanian dan pertambangan tetapi juga perkebunan dan lainnya.

Dosen Fakultas Hukum Unlam Muhammad Effendi mengatakan, Kalsel juga memerlukan ahli-ahli keuangan yang mampu menghitung sumber daya alam yang ada.

Pakar hukum tata negara tersebut juga mengatakan, dengan adanya sumber daya manusia keuangan yang memadai, Kalsel memiliki dasar untuk bisa memaksimalkan pendapatan dari potensi yang ada./B/D  




Editor : Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026