PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan Cabang Batulicin, Kalimantan Selatan, belum dapat memastikan apakah akan ada kenaikan tarif saat terjadi kenaikan harga BBM pada April 2012.
Manajer Operasional PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Cabang Batulicin Sigit, Selasa, mengatakan pihaknya masih menunggu keputusan dari pusat, apakah ada kenaikan atau tidak tarif penyeberangan apabila terjadi kenaikan harga BBM.
"Kami yang di daerah ini hanya menunggu, apabila pimpinan ASDP pusat menetapkan ada kenaikan, kami hanya menjalankan kebijakan tersebut," ujarnya.
Perusahaan di daerah tidak akan berani mengambil kebijakan di luar kewenangannya, misalnya erinisiatif menaikkan atau menurunkan tarif penyeberangan.
"Tidak menutup kemungkinan apabila BBM benar-benar naik, perusahaan akan melakuklan penyesuaian tarif dengan biaya operasional, namun secara bertahap," ujarnya.
PT ASDP Batulicin hingga saat ini mengoperasikan empat feri untuk melayani penyeberangan Tanjung Serdang, Kabupaten Kotabaru - Batulicin di Kabupaten Tanah Bumbu.
Empat feri tersebut adalah KMF Gutila dengan mesin terpasang 500 daya kuda (PK) memiliki kapasitas muat sekitar 25 unit mobil besar dan lebih 200 orang penumpang.
KMF Siginjai dengan mesin terpasang 800 PK memiliki kapasitas muat 27 unit-30 unit mobil besar dengan lebih dari 260 orang penumpang.
 Selanjutnya, KMF Bahari Nusantara kapasitas 25 unit-30 unit mobil besar dan ratusan penumpang, serta Mahakam Raya dengan kapasitas 16 unit mobil. Kapal-kapal tersebut beroperasi mulai pukul 06.00-21.00 WITA dan satu kali pergi pulang (PP) pukul 00.00 WITA atau sekitar 58 rit. Menurut Sigit, dampak dari kenaikan harga BBM akan sangat dirasakan oleh perusahaan, karena kebutuhan solar perusahaan cukup besar.
"Misalnya, KMF Siginjai memerlukan BBM solar 40 ton per bulan, KMF Gutila sekitar 30 ton per bulan, belum lagi dua unit kapal yang lainnya," katanya./C/ D
Editor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.