Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Banjarbaru Kalimantan Selatan menolak rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak yang sudah disiapkan pemerintah.

"Kami menolak usul kenaikan harga BBM dan meminta pemerintah tidak merealisasikannya karena sangat merugikan masyarakat," ujar Ketua Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Banjarbaru Zailani Rahman, Selasa.

Aksi penolakan ditandai dengan longmarch sekitar 50 mahasiswa dari unsur BEM Unlam Banjarbaru, KAMMI dan HMI dari kampus Unlam banjarbaru Jalan Ahmad Yani Km 36 menuju Taman Van der Pielj di Km 34 Banjarbaru.

Mahasiswa dalam aksi longmarch sejauh dua kilometer membawa sejumlah pamplet berisi penolakan kenaikan BBM akibat kebijakan pemerintah mengurangi subsidi yang selama ini dinikmati masyarakat.

Isi pamplet diantaranya "BBM Bikin Buruk Masyarakat", "Kenaikan BBM Menzholimi Rakyat", "Harga BBM Naik Kemiskinan Meningkat," dan spanduk berukuran besar bertuliskan "Aksi Menolak Kenaikan BBM".

Sepanjang perjalanan sekitar 30 menit sebelum tiba di Taman Van der Pielj untuk berorasi, mahasiswa juga mengajak masyarakat dan pengguna jalan mengikuti aksi mereka tetapi tidak satu pun yang bersedia.

Perwakilan mahasiswa dalam orasinya meminta pemerintah membatalkan kenaikan BBM karena dampaknya sangat merugikan masyarakat yang masih membutuhkan bahan bakar minyak bersubsidi.

"Dampaknya besar sekali karena begitu harga BBM naik maka diikuti kenaikan harga barang kebutuhan pokok sehingga tidak mampu dibeli masyarakat," ujar Rudini, koordinator aksi mahasiswa.

Mahasiswa juga membagikan selebaran berisi pernyataan sikap yakni menolak usulan pemerintah menaikan harga BBM dan tarif dasar listrik sehingga tidak menyakiti dan mengorbankan masyarakat.

Mereka juga mendesak gubernur dan DPRD Kalsel turut menolak usulan kenaikan BBM dan segera berkoordinasi dengan wakil provinsi Kalsel di DPR RI agar menyuarakan penolakan kenaikan BBM dan TDL.

"Kami juga meminta pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum memberikan pengawasan ekstra agar BBM bersubsidi benar-benar dirasakan masyarakat dan bukan dinikmati pengusaha," tegasnya.

Usai orasi, rombongan mahasiswa yang juga diikuti sejumlah mahasiswi bergerak ke gedung DPRD Banjarbaru di Jalan Basuki Rahmat yang berjarak sekitar 300 meter untuk menyampaikan aspirasinya.

Kedatangan mahasiswa disambut anggota dewan yang kemudian mengajak mahasiswa mengikuti rapat kerja dengan Pertamina, pengelola SPBU, Satpol PP dan Polres Banjarbaru yang membahas masalah BBM di kota setempat.

"Kami akan memperjuangkan aspirasi mahasiswa terutama Fraksi PDIP yang dari pusat mengambil keputusan menolak kenaikan BBM," ujar Sekretaris Fraksi PDIP Banjarbaru RR Erna Nilawati.

Rapat kerja anggota dewan dengan undangan terkait diikuti puluhan mahasiswa berlangsung tertib dan lancar sehingga mahasiswa membubarkan diri setelah mendapat kepastian sikap dewan mendukung aksi mahasiswa. yoz/C




Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026