Sebagian Warga Kota Amuntai Kabupaten Hulu Sungai Utara lebih memilih  mengkonsumsi Air Minum isi ulang daripada memasak air sendiri dengan menggunakan kompor.


Warga Kelurahan Murung Sari Wati, Selasa, mengatakan, lebih memilih beli air minum isi ulang, karena lebih hemat biaya.

"Membeli air isi ulang cuma Rp4 ribu, sedang membeli minyak tanah Rp9 ribu per liter sayang kalau digunakan buat masak air," kata Wati

Disambangi saat membeli air minum isi ulang galon Wati mengatakan kecuali buat masak nasi atau lauk baru ia gunakan kompor minyak tanahnya buat memasak.

Bagi warga yang menggunakan Kompor gas Wati juga menyarankan agar menggunakan kompor gas hanya buat memasak lauk pauk atau sayur saja agar lebih irit.

Maka ketika ditanya bagaimana jika Bahan Bakar Minyak mulai  1  April ini, Wati makin mengkerutkan dahinya, "wah bisa makin susah masyarakat pak " jawabnya lugas.

Ia mengaku heran, ditengah mahalnya sejumlah kebutuhan rumah tangga yang vital seperti minyak tanah, gas elpiji dan sembako, kini pemerintah berencana menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Minyak (BBM) yang tentu makin menambah beratnya beban hidup masyarakat kecil seperti dirinya.

Meski ia mengaku tidak mengerti urusan pemerintahan yang menjadi latarbelakang rencana kenaikan BBM namun Wati hanya berharap agar BBM tidak naik.

Ia sebagaimana jutaaan warga HSU berharap solusi lain selain menaikan BBM karena dampaknya sangat terasa pada kenaikan harga sembako dipasaran, "kalau bisa cari solusi lain jangan BBM kasihan rakyat" Ujar Wati.

BBM belum naik saja, lanjut Wati harga sembako selalu naik dan kalau naik tidak pernah turun lagi "jadi kalau nanti harga BBM nanti diturunkan kembali, harga sembako udah terlanjur naik dan biasanya tidak pernah kembali ke harga semula" ujarnya.

Karena itu ia menghimbau agar rencana menaikan harga BBM dikaji ulang atau ditinjau kembali mengingat dampaknya yang begitu berat bagi masyarakat kecil.  (eddy/C)
                    



Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026