Badan Nasional Penanggulangan Bencana memeriksa lokasi bendungan SMPN 5 Kotabaru Kalimantan Selatan, tempat lima korban meninggal dunia saat mandi di lokasi tersebut dan terseret banjir yang datang dari pegunungan Sebatung.


Kepala Badan Penanggulangan Bendaca Daerah Kotabaru, Tri Basuki Rahmat, Selasa, mengatakan, tim Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama tim dari Provinsi Kalsel perlu melihat langsung kondisi lokasi musibah.

"Dengan turunnya tim tersebut, ada beberapa masukan yang bisa dijadikan pelajaran bagi kita semua," jelas Basuki.Pertama, perlu adanya peningkatan ketrampilan dan profesionalisme petugas penanggulangan bencana daerah dalam kondisi emergency.

Kedua, harus ada peralatan atau sarana dan prasarana standar yang digunakan oleh petugas lapangan.

Harus ada program pelatihan dan peningkatan ketrampilan secara reguler dan berjenjang untuk petugas penolong.

Terkait dengan bencana alam yang rawan terjadi di Kotabaru dan perlu adanya peningkatan sumberdaya manusia dan kelengkapan sarana dan prasarana, basuki mengharapkan peran serta pemerintah pusat, khususnya Badan Nasional Penanggulangan Bencana.

Kepala Sub Direktorat Penyelamatan dan Evakuasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana Yusrizal, memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kotabaru yang sigap dan tanggap saat terjadi insiden banjir.

"Meski baru dibentuk Januari 2012, Badan Penaggulangan Bencana Daerah Kotabaru kinerjanya cukup baik," katanya.

Lima korban meninggal dunia dalam musibah banjir Sabtu (3/3) yang seorang diantanya anggota Satgas atas nama Wawan.Yusrizal meminta BPBD Kotabaru untuk sering-sering melakukan pelatihan pertolongan dan melengkapi sarana dan prasarana keselamatan standar.

"Apabila belum terlatih dan tidak mengenakan alat keselamatan jangan sampai melakukan pertolongan terhadap korban," tegasnya.Kami sangat menyadari, tidak mudah melatih petugas terampil hanya dalam beberapa bulan dibentuk lembaganya ini.

Sementara itu, lima korban meninggal dunia akibat terseretnya banjir di Kotabaru yaitu, Irham, Iqbal, Husein, Wawan dan Dedi./C/ D 




Editor : Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026