Kepolisian Resor Banjar Kalimantan Selatan menyelidiki penyebab kematian empat warga Desa Ali Mukim Kecamatan Pengaron yang terbakar pada Selasa(28/2) malam.


Kepala Kepolisian Resor Banjar AKBP Wahyu Dwi Ari Wibowo melalui Kapolsek Iptu Sandityo Mahardika di Martapura, Rabu mengatakan, penyelidikan dilakukan untuk mengungkap penyebab kematian empat warga itu.

"Penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui tetapi kami sudah menurunkan petugas ke lokasi kejadian untuk mengungkap asal api hingga membuat ke empat korban meninggal," ujar kapolsek.

Menurut kapolsek, kebakaran yang terjadi Selasa malam sekitar pukul 19.30 Wita itu melalap rumah Ny Nurul yang saat kejadian kedatangan kerabatnya dan berencana menginap di rumah tersebut.

Kobaran api membakar rumah berbahan kayu dan beratap rumbia yang dijadikan tempat berjualan bensin hingga membuat lima penghuni yang berada didalam rumah sederhana itu. Empat orang tewas terpanggang hingga jenazahnya sulit dikenali yakni Ny Aspiani, 30 tahun dan anaknya Mirna (5) serta Ny Nurul (19) dan anaknya Aulia yang baru berusia enam bulan.

"Informasi yang kami terima, api berasal dari belakang rumah lalu menyambar jeriken bensin hingga membuat seluruh bangunan rumah terbakar termasuk empat korban yang akhirnya tewas dan satu selamat," ucap kapolsek.

Satu korban selamat yakni Mahyuddin yang merupakan suami Ny Aspiani selamat namun mengalami luka bakar cukup parah di beberapa bagian tubuh dan belum bisa dimintai keterangan karena masih syok atas kejadian itu.

"Empat korban yang tewas terpanggang sudah di makamkan Rabu siang, sedangkan korban selamat masih dalam perawatan di Puskesmas Pengaron dan belum bisa dimintai keterangan karena syok," kata dia.

Dikatakan, pihaknya meminta bantuan petugas Pusat Laboratorium Forensik Mabes Polri di Surabaya untuk mengungkap kebakaran hingga menyebabkan kematian ke empat korban yang cukup janggal tersebut.

"Kematian ke empat korban memang cukup janggal karena meninggal di tempat tanpa bisa menyelamatkan diri. Makanya kami minta bantuan petugas Puslabfor untuk penyelidikan lebih intensif," ujarnya.

Dijadwalkan, petugas Puslabfor turun ke lokasi kejadian Kamis (1/3) pagi untuk memeriksa tempat kejadian perkara dan mengumpulkan bukti-bukti pendukung guna mengungkap kejadian tersebut./zal/  D




Editor : Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026