Petani di Kotabaru Kalimantan Selatan musim panen kali ini menikmati kenaikan harga beras, karena beras hasil panenanya dibeli oleh pedagang pengumpul seharga Rp8.000 per kilogram.


"Belum pernah terjadi selama ini harga beras hasil panen petani mencapai Rp8.000 per kilogram," kata seorang petani Bumi Asih, Kelumpang Selatan Kotabaru, Sholikah, Selasa.

Bahkan harga beras tersebut diterima petani di rumah, tanpa mengeluarkan biaya angkut menuju gudang. Berbeda dengan musim panen tahun sebelumnya, pedagang pengumpul di Kotabaru hanya sanggup menerima beras petani lokal seharga Rp5.000 per kilogram.

Naiknya harga beras lokal, menurut petani, disebabkan melambungnya harga beras di pasaran. "Karena harga beras di pasaran untuk jenis tertentu bisa mencapai Rp9.000-Rp12.000 per kilogram," ujar Sholikhah.

Dengan naiknya harga beras tersebut, sebagian besar petani di Bumi Asih rame-rame menjual hasil panenanya untuk keperluan lain. Mereka hanya menyisakan sebagian kecil saja hasil panenanya untuk persiapan selama menunggu panen sekitar lima bulan ke depan.

Sedangkan uang hasil penjualan beras, sebagian ada yang digunakan petani untuk membeli barang-barang elektronik dan keperluan rumah tangga lainnya.

Dasim yang juga seorang petani mengatakan, musim panen kali ini tidak semua petani di daerahnya bisa panen, karena serangan hama tikus. "Hektaran padi milik Siswo gagal panen, karena diserang hama tikus," ujarnya. Namun sebagian besar petani masih bisa panen, terutama untuk padi gunung atau padi gogo./C/ D 




Editor : Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026