Pada 2012 Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu), Kalimantan Selatan akan meningkatkan jumlah penyertaan modal terhadap Bank Kalsel hingga mencapai Rp14 miliar dari sebelumnya hanya Rp9 Miliar.
Rencana peningkatan penyertaan modal tersebut di ungkapkan Wakil Bupati H Difriadi Darjat saat memberi jawaban padangan umum fraksi-fraksi DPRD setempat terkait enam buah rancangan perturan daerah (Raperda) dalam sidang paripurna yang berlangsung di Batulicin, Rabu.
Enam buah Raperda yang dibahas fraksi DPR antara lain tentang upaya Penambahan penyertaan modal terhadap perusahaan PT. Nusantara Batulicin, penyertaan modal terhadap perusahaan daerah air minum (PDAM) Bersujud, dan penyertaan modal terhadap Bank Kalimantan Selatan (Bank Kalsel) periode tahun anggaran 2012.
Ditambah lagi Raperda tentang pertambangan umum, Raperda reklamasi dan pasca tambang.
Kemudian Raperda tentang pedoman pelaporan pertanggungjawaban penyelenggaraan pemerintahan desa yang semuanya itu diharapkan oleh pihak pemerintah agar dibahas lebih lanjut kemudian disetujui DPRD untuk dijadikan sebagai peraturan daerah (Perda).
Menurut Difriadi, khusus penyertaan modal oleh pihak pemerintah Tanbu terhadap Bank Kalsel sudah dimulai sejak 2007. Pada akhir 2010 keuntungan yang diraih oleh pihak pemerintah daerah atas penyertaan modal tersebut mencapai sekitar Rp746.000.000.
Keuntungan penyertaan modal periode 2011 masih belum dilaporkan oleh pihak Bank Kalsel mengingat belum dilakukannya rapat umum pemegang saham (RUPS) dijajaran bank tersebut.
Namun sesuai perhitungan manajemen, total penyertaan modal yang sudah diberikan pemerintah pemerintah tanah Bumbu terhadap Bank Kalsel hingga kini sudah menghasilkan keuntungan (deviden) sebesar RP2.309.000.000.
Tanpa melakukan interpensi manajemen terhadap Bank Kalsel diharapkan modal pemerintah yang ada di Bank Kalsel dapat lebih diorentasikan untuk kredit usaha rakyat (KUR) khusunya bidang industri kecil pertaninan dan perkebunan maupun sektor lain sehingga dapat menghasilkan keuntungan berlipat ganda.
Sebab secara substansi tujuan penyertaan modal yang dilakukan pemerintah terhadap Bank Kalsel adalah untuk meningkatkan perekonomian di daerah sekaligus meningkatkan pendapat asli daerah (PAD).
"Oleh karena itu, harapan kita semuanya penyertaan modal terhadap Bank Kalsel tentunya tidak terlepas dari target perencanaan upaya peningkatan PAD dalam rangka memenuhi pembiayaan pembangunan," tegas wakil bupati./yanto/C/
Editor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.