Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan sedang menyusun rencana program Gerakan Pembangunan dan Pengentasan Warga Miskin (Gerbangmastakin) atau nelayan di daerah pesisir.
Kepala Badan Pemerintah Desa Pemprov Kalsel Masdariansyah di Banjarmasin, Kamis mengatakan, kini pihaknya sedang mengkaji untuk menyalurkan program Gerbangmastaskin untuk pengentasan kemiskinan warga pesisir.
"Tidak menutup kemungkinan untuk program Gerbangmastaskin nantinya akan difokuskan untuk warga pesisir yang berdasarkan data sebagian besar warganya masih berada di bawah garis kemiskinan," katanya.
Selain itu, kata dia, kini pihaknya juga sedang mendata desa-desa yang jumlah penduduk miskinnya diatas 40 persen, sehingga program pengentasan kemiskinan yang dilakukan pemerintah daerah lebih jelas sasarannya.
"Cukup banyak desa yang sebagian besar penduduknya dalam kondisi kurang mampu, totalnya saat ini sedang dalam proses pendataan," katanya.
Selanjutnya, tambah Masdari, desa-desa tersebut yang akan menjadi sasaran utama program Gerbangmastaskin yang selama ini terbukti mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
Menurut dia, banyak masyarakat berharap pemerintah memberikan penguatan modal kelompok untuk pengembangan usaha kecil menengah perdesaan, baik itu industri kerajinan maupun industri makanan.
"Karena cukup banyak masyarakat yang berminat untuk penguatan modal, maka kedepan Gerbangmastaskin akan kita fokuskan pada penguatan modal pengembangan usaha," katanya.
Pada 2012 ini, kata dia, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan kembali menyalurkan dana pengembangan bagi 52 desa miskin atau tertinggal sebesar Rp2,6 miliar yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota di provinsi ini.
Menurut Masdariansyah, secara bertahap pihaknya menargetkan 617 desa tertinggal di Kalsel bakal menerima bantuan dana dari APBD Pemprov Kalsel masing-masing Rp50 juta.
Program tersebut, kata dia, bertujuan mengangkat desa miskin tersebut menjadi desa yang lebih baik dan sejahtera, melalui beberapa program antara lain perbaikan infrastruktur maupun simpan pinjam untuk modal usaha dan beberapa program lainnya.
"Tentunya dana pelaksanaan program tersebut tidak hanya dari Pemprov tetapi juga dari pemerintah kabupaten dan kota terkait, sehingga seluruh kegiatan bisa dilaksanakan dengan maksimal," katanya.
Hingga kini, kata dia,pengentasan kemiskinan melalui berbagai program desa tersebut sudah berjalan selama lima tahun dan tiap tahunnya sebanyak 52 desa mendapatkan bantuan./B/B
Editor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.