Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU)kembali melatih puluhan perajin eceng gondok untuk meningkatkan desain dan kualitas hasil kerajinan tersebut.


Kepala Dinas Koperasi, Industri, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten HSU, Drs Yusfihani di Amuntai ibukota kabupaten HSU, Kamis mengatakan dalam latihan itu dibimbing perajin dan pengusaha eceng gondok asal Jogyakarta, Cornelia Lina Meiliasari.

Dalam pelatihan tersebut, perajin Jogyakarta tersebut menilai  hasil kerajinan eceng gondok di HSU sudah kian baik, tetapi masih perlu terus ditingkatkan jika ingin bersaing dipasar domestik maupun internasional.

Bersama Ketua Dekranasda HSU Hj Eulies Rohayati dan Kepala Diskoperindag HSU Drs Yusfihani, Instruktur asal Jogya itu kembali mengunjungi Kelompok Perajin "Kembang Ilung" binaan TP PKK dan Diskoperindag HSU di Desa Banyu Hirang Kecamatan Amuntai Selatan.

Ia melihat kemajuan perajin yang pernah dibinanya sebelumnya yang merupakan pelopor kerajinan eceng gondok di HSU, bahkan para perajinnya sering dilibatkan untuk memberi pelatihan kepada perajin di perajin lain di desa-desa  lain.

Cornelia mengaku terkejut melihat perkembangan pola desain dan kualitas perajin eceng gondok di desa Banyu Hirang yang semakin membaik, meski kualitasnya masih di bawah produk buatan perajin asal Pulau Jawa.

Ketua Dekranasda HSU Hj Eulies Rohayati berharap para perajin eceng gondok di  Desa Peminggir yang kembali mendapat pelatihan tahun ini untuk bisa memanfaatkan kesempatan emas belajar dari Perajin Yogja yang kini sudah menjadi pengusaha yang mengembangkan pemasaran kerajinan eceng gondoknya hingga ke Negara-negara Eropa dan timur Tengah.

Bahkan Camat dan sejumlah kepala desa di Kecamatan Paminggir sudah pernah studi banding ketempat sentra industri eceng gondok milik Cornelia, untuk melihat sendiri hasil kerajinan eceng gondok di Jogya dengan maksud untuk lebih meningkatkan semangat perajin Desa Paminggir untuk berkarya dan berproduksi.

Para perajin di Desa Paminggir mengaku senang mendapatkan pelatihan lagi, karena dulu mereka baru belajar teknik dasarnya saja sehingga hasil kerajinan yang mereka buat belum sepenuhnya bisa dipasarkan dan hanya dipakai untuk konsumsi sendiri.

Saat ini di tiap kecamatan sudah ada desa pusat kerajinan eceng gondok yang terus mendapat binaan oleh Dekranasda dan Diskoperindag HSU karena potensi kerajinan ini yang sangat menjanjikan mengingat bahan baku eceng gondok yang melimpah di daerah rawa HSU.

Hanya Kecamatan Babirik yang semua desanya dijadikan sebagai desa perajin eceng gondok, sementara di kecamatan lain masing masing hanya ada satu hingga dua desa yang dijadikan desa perajin eceng gondok(/Edy/Humas/D).





Editor : Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026