Anggota DPRD Kabupaten Kotabaru Hari Rakhman, meminta perusahaan listrik negara membantu menyelesaikan masalah masyarakat Sengayam, Pamukan Barat terkait masalah listrik.
  Â
"PLN segera mengatasi hal ini agar masyarakat tidak dirugikan lagi, tidak sewajarnya warga harus membayar begitu banyak," kata Hari menyikapi keluhan warga Sengayam, atas tingginya tarif listrik yang dikelola swasta di daerah itu.
Menurut dia, solusi yang paling tepat adalah PLN harus segera masuk ke desa tersebut, sehingga secara otomatis perusahaan listrik swasta (PLS) tidak memberlakukan tarif yang cukup tinggi dan memberatkan warga.
Sebelumnya, salah satu warga Asep mengatakan, tarif dasar listrik (TDL) yang di terapkan perusahaan swasta itu tidak sesuai pemakaian, pemakaian sedikit atau banyak dibebani bayar sama.
Menurut dia, hal itu dirasa merugikan warga, terutama mereka yang berlangganan listrik swasta.
  Â
"Kami merasa keberatan dan rugi, karena kami harus mengeluarkan uang dalam jumlah yang besar, pemakaian sedikit maupun banyak sama saja," kata Asep.
Dalam satu bulan Asep harus membayar sekitar Rp200 ribu sampai Rp500 ribu, bahkan bisa lebih, katanya.
Mau tidak mau masyarakat yang ada terpaksa menggunakan jasa PLS tersebut walaupun harus bayar tarif yang tinggi.
Selain itu pelayanan juga minim, dalam sehari listrik menyala sekitar enam jam yaitu pukul 06.30 sampai 00.00 Wita, dan mereka apabila melakukan pemadaman tanpa pemberitahuan terlebih dahulu, tambahnya.
Kami juga mengeluhkan tentang pemasangan kabel yang asal - asalan sehingga dapat membahayakan dan sering mengakibatkan konsleting listrik.suli/D
Editor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.