Warga Kota Banjarbaru Provinsi Kalimantan Selatan yang dinyatakan positif terserang penyakit Demam Berdarah Dengue hingga minggu pertama Februari sebanyak 17 orang.
"Jumlah warga positif terserang demam berdarah itu terhitung sejak Januari 2012 hingga minggu pertama Februari," ujar Kepala Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan Dinas Kesehatan Banjarbaru Zainal Arifin, Jumat.
Ia mengatakan, satu diantara warga yang positif terserang penyakit mematikan itu berinisial Ven berusia 8 tahun meninggal dunia, Rabu (8/2) saat menjalani perawatan di RSUD Banjarbaru.
Sebelumnya, seorang balita berinisial Syi warga Kelurahan Loktabat Utara Banjarbaru yang baru berusia 3 tahun meninggal pada Selasa 6 Desember 2012 dan dinyatakan positif terserang demam berdarah.
Sementara, penderita lain yang didominasi anak-anak, ada yang sudah pulang setelah menjalani perawatan di rumah sakit dan melewati masa kritis tetapi ada juga yang masih rawat inap di rumah sakit setempat.
Mereka yang sudah sembuh dan dibolehkan pulang karena sakitnya tidak terlalu parah dan cepat ditangani sehingga tidak mengancam keselamatan jiwanya," ujar dia.
Menurut dia, meski pun penyakit mematikan akibat gigitan nyamuk Aedes Aegepty itu sudah memakan korban pada awal 2012 tetapi statusnya tidak ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) demam berdarah.
Dijelaskan, status KLB ditetapkan apabila terjadi peningkatan status pada periode yang sama baik jumlah korban meninggal maupun jumlah kasus yang mencapai dua kali lipat.
"Kasus kematian yang terjadi sekarang tidak membuat statusnya ditingkatkan KLB demam berdarah karena awal tahun lalu juga ada korban meninggal dan jumlah kasusnya juga tidak meningkat tajam," ungkapnya.
Dikatakan, pihaknya memperkirakan jumlah kasus serangan demam berdarah terus meningkat sepanjang Februari sehingga diimbau warga waspada terhadap serangan penyakit akibat gigitan nyamuk AA itu.
"Perkiraan kami, jumlah kasus demam berdarah meningkat karena banyaknya genangan air akibat tingginya curah hujan sehingga warga harus waspada dengan melakukan langkah pencegahan," ujarnya.
Disebutkan, langkah pencegahan yang efektif dilakukan adalah gerakan 3M yakni membuang, menutup dan mengubur benda-benda yang bisa menampung dan menimbulkan genangan air sehingga tidak menjadi sarang nyamuk.
"Gerakan 3M sangat efektif mencegah perkembangbiakan nyamuk sehingga tidak menjadi nyamuk dewasa yang dapat menggigit dan menularkan bibit penyakit demam berdarah," katanya. /zal/C
Editor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.