Pemasangan jaringan pipa penyaluran minyak dan gas dari Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan hingga Penajam, Kalimantan Timur, PT Pertamina unit bisnis eksplorasi Tanjung mengalokasikan dana sebesar Rp2,7 miliar.
Menyusul program pembenahan jalur pipa migas sepanjang 232 kilometer pada tahun ini melalui kegiatan penggantian atau penyisipan pipa baru di sejumlah titik jaringan pipa, kata pengawas jalur pipa migas, Fajri Septia di Tanjung, ibu kota Tabalong, Rabu.
"Dari total panjang pipa penyaluran migas sekitar 232 kilometer, beberapa titik akan dilakukan penggantian pipa baru dan dana yang dialokasikan mencapai Rp2,7 miliar untuk instalasi pipa," kataFajri Septia.
Selaku pengawas, Fajri mengakui beberapa lokasi jaringan rawan bocor karena faktor usia dan maraknya aktivitas warga sekitar pipa penyaluran.
Diperkirakan tahun ini ada sekitar 20 lokasi yang akan dilakukan penggantian pipa karena itu penertiban bangunan atau tanaman keras milik masyarakat mulai dilaksanakan.
Untuk wilayah Tabalong, ada tiga kecamatan yang menjadi lintasan pipa penyaluran migas yakni Muara Uya, Haruai dan Jaro.
"Pergantian pipa kita lakukan sebagai upaya pemeliharaan guna keselamatan kerja penyaluran minyak dan gas karena warga sekitar jalur diharapkan kesadarannya untuk tidak mendirikan bangunan di areal milik Pertamina," jelas Fajri.
Sebelumnya pihak Pertamina telah melayangkan surat pemberitahuan kepada masing-masing kecamatan maupun pemilik bangunan dan tanaman keras yang berada di areal penyaluran pipa migas.
Termasuk sosialisasi program penertiban atau pembenahan jalur pipa 20 inci dari Desa Manunggul Kecamatan Murung Pudak (Tabalong) hingga Penajam (Kalimantan Timur) kepada masyarakat yang berada di sepanjang jalur ini.
"Program penertiban pipa mengacu pada Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 300 Tahun 1997 tentang keselamatan kerja pipa penyaluran minyak dan gas bumi, di mana jarak aman yang ditetapkan, yakni 20 meter dari kanan dan kiri pipa penyaluran migas," jelas staf Humas Pertamina, Ruspandi./mia/D
Editor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.