Kepala Badan Pusat Statistik Kalimantan Selatan Iskandar Zulkarnaen mengungkapkan, nilai impor di provinsinya pada Desember 2011 mencapai 963,29 juta dolar AS atau naik 35,11 persen dibandingkan dengan November 2011.
Begitu pula jika dibandingkan dengan nilai impor Desember 2010, pada Desember 2011 mengalami kenaikan sebesar 45,58 persen yang saat itu nilainya mencapai 301,64 juta dolar AS, ungkapnya di Banjarmasin, Rabu.
Nilai impor Kalsel secara komulatif Januari - Desember 2011 sebesar 3,33 miliar dolar AS atau naik 80,53 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2010 yang hanya mencapai 1,85 miliar dolar AS.
Komoditi utama impor terbesar Kalsel Desember 2011 berdasarkan kode Harmonized System (HS) 2 dijit terdiri kelompok barang bahan bakar mineral (HS 27) dengan nilai US$346,91 juta.
Selain itu, kelompok barang mesin-mesin/pesawat mekanik (HS84) dengan nilai 30,76 juta dolar AS dan kelompok barang kapal laut (HS89) dengan nilai 27,45 juta dolar AS.
Ketiga kelompok HS 27, HS 84 dan HS 89 itu masing-masing memberi kontribusi terhadap nilai impor Kalsel Desember 2011, yaitu 79 persen, tujuh persen dan 6,25 persen.
Namun ada pula beberapa kelompok barang, yang nilainya pada Desember 2011 mengalami penurunan bila dibandingkan dengan impor Kalsel November 2011.
Kelompok barang yang mengalami penurunan antara lain barang bahan peledak (HS 36) turun 36,16 persen, kelompok barang karet dan barang dari karet (HS 40) turun 38,51 persen dan kelompok barang bahan kimia organik (HS 29) turun 84,65 persen.
Sementara kenaikan impor yang signifikan terjadi pada kelompok barang kendaraan dan bagiannya (HS 87) naik 267,01 persen, tapi dari sisi nilai masih jauh di bawah nilai impor HS 27 yang mengalami kenaikan hanya 33,79 persen.
Sedangkan negara pemasok impor Kalsel Desember 2011 terbesar dari Malaysia dengan nilai 166,45 juta dolar AS, Singapore 98,39 juta dolar dan Kuwait dengan nilai 92,19 juta dolar AS./her/
Editor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.