"Sasarannya adalah pelayanan yang optimal untuk memenuhi 3K yakni kualitas, kuantitas dan kontinuitas," ujar Direktur Utama PDAM Intan Banjar Rifqie Basrie di Banjarbaru, Rabu.
Ia mengatakan, master plan itu menggunakan strategi zona yang dibagi tiga yakni zona pelayanan utama, zona barat dan zona timur yang tersebar di Kabupaten Banjar dan Kota Banjarbaru.Â
Zona utama meliputi Kecamatan Banjarbaru Utara, Selatan dan Kecamatan Cempaka yang masuk wilayah Banjarbaru, sedangkan Kabupaten Banjar adalah Kecamatan Martapura Barat, Timur dan Kecamatan Karang Intan.
Zona barat adalah Kecamatan Landasan Ulin dan Liang Anggang (Banjarbaru) dan Kecamatan Gambut, Kertak Hanyar, Aluh-Aluh, Beruntung Baru dan Kecamatan Sungai Tabuk (Kabupaten Banjar).
Zona timur seluruhnya berada di Kabupaten Banjar yakni Kecamatan Astambul, Simpang Empat, Telaga Bauntung, Pengaron, Sambung Makmur, Mataraman, Aranio, Sungai Pinang dan Kecamatan Paramasan.
"Arah pengembangan mendesak dilakukan pada zona utama dan zona barat yang memiliki potensi berkembang dengan dijadikannya Banjarbaru sebagai kota pusat pemerintahan Provinsi Kalsel," ungkapnya.
Dikatakan, untuk mendukung pengembangan dan cakupan pelayanan yang termuat dalam master plan tersebut, pihaknya memperkirakan investasi yang nilainya mencapai Rp1,2 triliun.
Disebutkan, investasi triliunan itu disiapkan untuk pembangunan intake dan jaringan pipa transmisi Mandi Kapau - IPA II Pinus sepanjang 16,6 kilometer dan pipa transmisi IPA II - IPA Syarkawi sepanjang 22 kilometer.
Kemudian, pembangunan IPA baru, optimalisasi dan peningkatan produksi air bersih zona utama hingga 2030 dengan kapasitas IPA mencapai 1.568 liter per detik, zona barat 940 liter/detik dan zona timur 200 liter/detik.
Selain itu, alokasi dana juga digunakan untuk pengembangan jaringan pipa distribusi utama dan pengembangan pipa sekunder serta pembangunan reservoir dan booster. yoz/D
Editor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.