Barang-barang elektronik lama biasanya  jauh lebih boros dibandingkan dengan yang baru, karena itu mengganti barang elektronik lama dengan yang baru jauh lebih hemat.


Hal tersebut dikemukakan Ketua tim Energi Efficiency in Industrial, Commercial dan Public Sector (EINCOPS) atau program efisiensi energi pada industri, sektor komersial dan publik, Melany Tedja pada sosialisasi pekan energi di Banjarmasin, Selasa.

Menurut dia, tidak sedikit industri atau kantor di Indonesia yang mempertahankan barang elektronik lama seperti AC, mesin, komputer dan peralatan listrik lainnya dengan alasan untuk penghematan.

Padahal, tambah dia, dengan mengganti barang elektronik lama dengan yang baru, pada akhirnya akan jauh lebih hemat walaupun pada awalnya terasa cukup mahal.

"Penghematan energi melalui barang elektronik yang baru selama dua tahun sudah setara dengan modal pembelian barang-barang tersebut," katanya.

Dengan demikian, kata dia, peremajaan peralatan elektronik pabrik maupun kantor bisa dikatakan sebagai salah satu investasi jangka panjang.

Sayangnya, hingga kini masih banyak industri atau perkantoran yang memilih memanfaatkan barang-barang elektronik lama seperti AC atau mesin yang telah dimanfaatkan sejak puluhan tahun lalu.

"Bahkan banyak industri yang lebih suka mempertahankan mesin yang sudah ada sejak zaman penajajahan Belanda, itu sangat tidak efisien," katanya.

Membuktikan hal tersebut, kata dia, pihaknya akan memberikan konsultasi atau bimbingan gratis kepada delapan perusahaan untuk bisa melakukan efisiensi energi tersebut.

"Sayangnya di Kalsel belum ada perusahaan yang berminat, sehingga sebagai uji coba pihaknya akan melakukan efisiensi di kantor Gubernur Kalsel," kata Melany.

Selain mengganti barang elektronik lama dengan yang baru dan melakukan perawatan secara rutin, bentuk efisiensi lainnya adalah terus memberikan sosialisasi kepada masyarakat agar menggunakan listrik pada saat perlu saja.

Misalnya saja, mematikan lampu, kipas angin, TV dan lainnya pada saat tidak diperlukan. Selama ini banyak perkantoran, rumah tangga maupun industri menyalakan lampu kendati tidak ada orangnya.

"Televisi dinyalakan walalupun tidak ada  yang menonton, begitu juga kipas angin atau komputer tetap menyala padalah tidak dimanfaatkan," katanya.

Indonesia saat ini masuk dalam kategori negara yang cukup boros dalam penggunaan energi sehingga kondisi tersebut harus dikendalikan dengan kegiatan efisiensi penggunaan energi./B




Editor : Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026