Usaha mikro kecil dan menengah di Kabupaten Kotabaru Kalimantan Selatan hingga saat ini masih kesulitan untuk memperoleh pinjaman modal untuk mengembangkan usahanya dari lembaga perbankan yang ada di daerah itu.


Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Industri Kotabaru H Mahyudiansyah MAP, Kamis mengatakan, banyak Usaha Mikro Kecil dan Menegah (UMKM) di Kotabaru kondisinya memprihatinkan tidak bisa berkembang sesuai yang diharapkan.

"Persoalan pertama adalah masalah permodalan, di mana mereka terbentur minimnya modal sehingga usahanya terkesan hanya jalan ditempat," jelasnya.

Meski pemerintah pusat telah banyak mensosialisasikan bahwa UMKM akan mendapatkan kemudahan untuk memperoleh pinjaman di bank, namun kenyataanya di Kotabaru tidak demikian.

Persoalan pertama yang dihadapi belum bisa mendapatkan kredit modal, karena jaminan atau agunan yang diminta perbankan tidak bisa dipenuhi UMKM.

Selain itu masalah administrasi UMKM yang belum sesuai dengan yang diinginkan pihak perbankan, juga menjadi kendala utama kenapa UMKM tidak bisa memperoleh pinjaman modal.

Menurut Mahyudiansyah, akibat belum bisa mengakses permodalan dari perbankan itu, UMKM yang ada di Kotabaru hanya mengandalkan modal sendiri atau pinjaman dengan bunga tinggi.

Ia optimistis, apabila perbankan bisa memberi kemudahan terhadap pengusaha kecil di Kotabaru, UMKM akan lebih berjaya dan bisa mengembangkan sayapnya.

"Karena dengan kondisi yang ada saat ini saja, usaha kecil di Kotabaru produksinya sudah mampu menembus luar daerah, bahkan pasar nasional," ujarnya.

Usaha yang mampu menembus pasar nasional, hasil kerajinan tangan anyaman barang perabot rumah tangga atau souvenir dengan menggunakan bahan baku pandan laut, dan purun.

Sedangkan untuk bidang makanan, amplang, kerupuk ikan tenggiri atau udang serta terasi./C/D




Editor : Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026