Kepala Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Holtikultura (BPTPH) Kalimantan Selatan Agus Safrudin, Rabu, sekolah lapang ditujukan untuk menyukseskan program nasional mencapai target surplus beras 10 juta ton pada 2014.
"Kita optimis mencapai target, bahkan melampaui karena pada 2012 peningkatan atau surplus produksi beras Kalsel meningkat sekitar 9 persen," ujarnya.
Pencapaian tersebut menjadikan Kalimantan Selatan dan Sumatera Barat sebagai dua propinsi teratas peningkatan produksi beras di seluruh Indonesia, tandasnya.
Dalam kesempatan tersebut Safrudin mengemukakan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah pada 2012 memprogramkan 10 paket kegiatan di 111 jenis, termasuk didalamnya sekolah lapang.
Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Holtikultura Zainuddin, menambahkan, sekolah lapang merupakan wadah belajar dengan metode partisipatif bertujuan untuk membudidayakan tanaman sehat aman, pelestarian musuh alami hama dan penyakit serta peningkatan keterampilan petani dalam pengendalian hama terpadu.
Menurut dia, pengetahuan dan keterampilan petani tentang bahaya penggunaan obat kimia, seperti, pestisida untuk penanganan hama sangat penting untuk menghindari pencemaran pertanian dan perikanan.
Petani lebih mengerti adanya musuh alami hama serta mengarahkan pada pengendalian hama yang lebih ramah lingkungan dengan pengendali Hayati atau dengan obat Nabati.
Bupati Hulu Sungai Tengah H Harun Nurasid, mengungkapkan, program target nasional surplus 10 juta ton pada 2014, Kalsel mendapatkan jatah 2 juta ton dan Kabupaten Hulu Sungai Tengah 212.000 ton.
Meski selama ini, HST telah menjadi salah satu lumbung padi di Kalsel, hendaknya tidak membuat lengah dan tetap bersemangat untuk meningkatkan produktivitas padi," ujarnya.
"Kita berkomitmen untuk memajukan bidang pertanian antara lain dengan tidak akan mengalih fungsikan lahan produktif pertanian untuk bidang lain seperti pertambangan.
Peningkatan anggaran untuk pembangunan infrastruktur pertanian jalan usaha tani dan pemberian bantuan 124 handtraktor bagi kelompok tani se-Kabupaten Hulu Sungai Tengah.
Ketua Kelompok Tani "Hidup Baru" Paya Besar Asmail mengungkapkan kegiatan Sekolah Lapang sangat bermanfaat bagi petani utamanya dalam penerapan cara tanam yang lebih modern, pengendalian hama terpadu dan terawasi, peningkatkan produksi dan kualitas produk pertanian makin aman dan sehat untuk dikonsumsi.
Dirinya pun mewakili Kelompok Tani "Hidup Baru" menyampaikan ungkapan syukur dan terima kasih atas bantuan satu buah Handtraktor dari Bupati HST H Harun Nurasid sehingga menunjang para petani dalam menggarap sawah lebih baik dengan teknologi baru serta mendapatkan pendampingan aktif dari Milianor, Petugas Penyuluhan Lapangan setempat.Fat/C
Editor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.