Teheran (ANTARA) - Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan pihaknya telah menyerang pusat data milik raksasa perdagangan AS, Amazon, di Bahrain sebagai tanggapan atas serangan Amerika Serikat terhadap lokasi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Darkhovin.
“Sebagai balasan atas serangan AS kemarin terhadap fasilitas yang sedang dibangun dan kawasan sipil di wilayah Darkhovin, IRGC telah meluncurkan beberapa rudal jelajah ke infrastruktur pusat data utama milik perusahaan AS Amazon di Bahrain, sehingga mengakibatkan kerusakan yang signifikan,” kata IRGC dalam pernyataan pers pada Selasa.
Sebelumnya pada Minggu (19/7), media melaporkan bahwa militer AS menyerang lokasi pembangunan PLTN di Kota Darkhovin, Iran.
Baca juga: Liga Arab desak AS dan Iran redakan eskalasi regional
Baca juga: AS kerahkan F-35, F-16 di tengah eskalasi ketegangan dengan Iran
Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) menyatakan bahwa mereka tengah menyelidiki laporan tersebut.
Menurut IAEA, mereka kurang meyakini serangan tersebut menimbulkan risiko radiologis.
Teheran dan Washington pada malam 18 Juni 2026 menandatangani memorandum yang menyerukan diakhirinya konflik yang dimulai pada 28 Februari.
Namun, militer AS telah melancarkan beberapa serangan terhadap Iran sejak 8 Juli 2026.
Baca juga: Iran hentikan dua kapal tanker minyak di Selat Hormuz karena kebakaran
Militer Iran kemudian membalas dengan melancarkan serangan terhadap sejumlah pangkalan militer AS di beberapa negara di Timur Tengah.
Teheran juga menuduh Washington melanggar perjanjian gencatan senjata.
Lalu pada 9 Juli, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa gencatan senjata tersebut telah tidak berlaku.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Iran serang pusat data Amazon di Bahrain sebagai balasan kepada AS
Pewarta: Kuntum Khaira RiswanEditor : Mahdani
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.