Banjarbaru (ANTARA) - Wali Kota Banjarbaru Erna Lisa Halaby menyatakan kesiapan menyelaraskan langkah mitigasi kebakaran hutan dan lahan dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan guna menghadapi potensi musim kemarau ekstrem.
Komitmen itu ditunjukkan wali kota yang mengikuti Apel Kesiapsiagaan Bencana Karhutla dilanjutkan dengan Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Bencana Karhutla di Kantor Gubernur Kalsel, Banjarbaru, Senin.
"Keikutsertaan kami dalam apel dan rapat koordinasi merupakan bentuk kesiapan daerah mengikuti arahan dan komando pemerintah provinsi dalam upaya pencegahan maupun penanganan karhutla," ujar Lisa.
Baca juga: Masyarakat diajak bersinergi dengan pemerintah cegah karhutla
Lisa menegaskan, Pemkot Banjarbaru siap menyelaraskan komando mitigasi daerah dengan instruksi Pemprov Kalsel karena pentingnya sinergi agar langkah pencegahan, deteksi dini, dan hingga penanganan karhutla cepat.
Menurut Lisa, sinergitas dan langkah koordinasi itu sangat diperlukan agar wilayah Banjarbaru tetap aman dari ancaman kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau yang tahun ini diperkirakan berlangsung ekstrem.
"Jajaran Pemkot Banjarbaru siap menyelaraskan komando mitigasi daerah dengan instruksi provinsi guna mengamankan wilayah dari ancaman kabut asap sepanjang kemarau tahun ini," ucap wali kota perempuan itu.
Apel kesiapsiagaan dipimpin Gubernur Kalsel Muhidin yang menyebutkan kegiatan menjadi penanda dimulainya status siaga karhutla seiring prediksi musim kemarau 2026 lebih kering dibandingkan tahun sebelumnya.
Baca juga: Menteri LH utus tim analisis karhutla di Banjarbaru dan Barito Kuala
"Komando penanganan karhutla di bawah gubernur dan BPBD sebagai koordinator. Kita harus siap siaga penuh melalui patroli terpadu serta melakukan deteksi dini terhadap kemunculan titik panas," kata Muhidin.
Ia juga menginstruksikan seluruh instansi memahami tugas dan jalur komando agar respons pemadaman dapat dilakukan secepat mungkin saat titik api ditemukan dan seluruh sarana prasarana pemadaman siap sedia.
Muhidin menegaskan, pencegahan menjadi prioritas melalui peningkatan edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan membakar dan meningkatkan upaya sosialisasi mengurangi risiko karhutla.
Pewarta: Yose RizalEditor : Mahdani
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.