Bank Indonesia (BI) Banjarmasin Kalimantan Selatan bakal menarik uang rusak atau tidak layak edar hingga ke daerah terpencil.
Direktur Regional BI wilayah Kalimantan Kharil Anwar di Banjarmasin, Senin mengatakan, penarikan terhadap uang tidak layak edar tersebut antara lain dengan membuka pos-pos penukaran uang kecil hingga daerah-daerah.
"Selama ini penukaran uang banyak dilakukan di pusat di perkotaan dan lokasi ramai lainnya, pada 2012 ini penukaran uang kecil kita perluas hingga daerah terpencil," katanya.
Hal tersebut, tambah dia, sebagai upaya meningkatkan pelayanan kepada warga Kalsel, terutama dalam kegiatan penukaran uang.
"Meskipun di tahun 2011 kami telah menambah kegiatan kas keliling yang mencakup hampir ke seluruh Kabupaten/Kota se-Kalimantan Selatan, namun ternyata masih terdapat beberapa daerah terpencil yang belum kita jangkau," kata Kharil.
Menurut dia, pada tahun 2011 BI lebih fokus pada layanan penukaran uang di pusat-pusat keramaian seperti pasar-pasar di kota Kabupaten, dan untuk 2012 in, kegiatan penukaran uang dilakukan hingga wilayah terpencil.
Hal tersebut, tambah dia, sejalan dengan prinsip "clean money policy" yang menjamin bahwa uang yang beredar di masyarakat merupakan uang dengan kualitas layak edar.
Selama 2011 layanan penukaran uang di Kantor Bank Indonesia Banjarmasin mencatat kenaikan volume penukaran uang sebesar 11,19 persen dibandingkan tahun sebelumnya, atau dari 28,35 juta lembar pada tahun 2010 menjadi 31,52 juta lembar pada tahun 2011.
"Hal tersebut mengindikasikan semakin meningkatnya jumlah masyarakat Kalimantan Selatan yang memperoleh layanan penukaran uang selama 2011,¿ kata Khairil.
Selain itu komposisi jenis pecahan uang yang paling diminati masyarakat tidak banyak berubah. Selama 2011, pecahan Rp2.000 tetap menjadi jenis uang yang paling diminati masyarakat Kalimantan Selatan dengan jumlah penukaran mencapai 10,18 juta lembar.
Pecahan jenis lain yang juga mencatat volume penukaran tertinggi adalah jenis uang Rp5.000 dan Rp10.000 yang masing-masing sebanyak 6,49 juta lembar dan 4,84 juta lembar.
Mengantisipasi peningkatan kegiatan penukaran uang di tahun 2012, Bank Indonesia Banjarmasin juga akan lebih mempererat koordinasi dengan pemerintah dan perbankan di Kabupaten dalam rangka meningkatkan kualitas layanan penukaran uang.
Koordinasi yang dimaksud meliputi penyediaan lokasi penukaran uang, kerjasama pengamanan serta penyelenggaraan sosialisasi ciri-ciri keaslian uang." tambah Khairil Anwar./C
Editor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.