Gubernur Kalimantan Selatan, Rudy Ariffin, di Banjarmasin, Selasa, mengatakan, program pembangunan jalan dengan dana sekitar Rp165 miliar tersebut, akan menjadi program percontohan karena jalan yang dibangun memiliki kekuatan hingga 15 tahun.
"Jalan yang dibangun memiliki ketebalan hingga 16 sentimeter, sehingga kekuatannya setara dengan landasan pacu pesawat," katanya.
Jalan tersebut, kata dia, akan dibangun di Kabupaten Banjar sepanjang 20 kilometer dengan dana Rp85 miliar dan di Kabupaten Batola sepanjang 12 kilomter dengan dana Rp80 miliar.
Dengan demikian, kata dia, total panjang jalan yang akan dibangun sekitar 32 kilometer.
Menurut Rudy, kualitas jalan yang cukup bagus dan didesain hingga 15 tahun tersebut, membuat biaya pembangunan jalan menjadi cukup besar.
"Saya berharap untuk 2011 Kalsel akan kembali mendapatkan proyek pembangunan jalan serupa hingga 100 kilomter," kata Rudy, pada acara penandatanganan dimulainya proyek tersebut.
Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VII Wilayah Kalimantan Ditjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, Subagyo, mengatakan, dana pembangunan jalan tersebut berasal dari "AusAid" berupa pinjaman tanpa bunga.
Awalnya, kata dia, dana tersebut akan dimanfaatkan untuk rehabilitasi pembangunan Aceh setelah terkena tsunami, namun karena pembangunan di daerah tersebut telah mencukupi akhirnya dana dialokasikan untuk pembangunan Indonesia bagian Timur.
Khusus Kalimantan, kata dia, mendapatkan proyek hingga tiga paket, dua diantaranya di Kalsel.
"Konsultan pembangunan jalan tersebut berasal dari luar negeri antara lain dari Perancis, Australia dan Belanda," katanya.
Menurut dia, ke depan, pembangunan jalan khususnya di wilayah Kalimantan akan didesain dengan kekuatan yang lebih lama hingga 15 tahun, sehingga pemerintah lebih leluasa untuk melakukan strategi pembangunan jalan.
: Abdul Hakim Muhiddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.