Banjarmasin (ANTARA) - Guru Haji Saiful Anshari dalam tausyiah di Masjid Assa'adah Komplek Beruntung Jaya, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel) menganjurkan, penerima daging kurban " kada manggarunum" (tidak/jangan mengomel).
"Misalnya kita cuma mendapat 'kapala lintuhut' (dengkul) kaki sapi terimalah dengan ikhlas, jangan manggarum. Tapi ini kan misal," ujar Guru Saiful dalam tausyiah di hadapan jamaah Masjid Assa'adah tersebut, sesudah shalat Subuh, Selasa.
Pengajian rutin tiap Subuh Selasa mengenai "Sifat 20" atau tarekat "Asysy'arih" namun pada kesempatan itu, Guru Saiful juga memberi petuah terkait pelaksanaan ibadah kurban antara lain bagi penerima daging kurban tersebut.
"Segala pemberian dari ibadah kurban kita nikmati dan niatkan semoga anak cucu atau zuriat kita bersifat/berkepribadian seperti Nabi Ismail alaihi salam (as)," imbau Guru Saiful yang pengasuh salah satu pondok tahfiz (penghafal qur'an) di "kota seribu sungai" Banjarmasin.
Guru yang juga pernah mondok di Pondok Pesantren " Al Amin" Pemangkih (153 km utara Banjarmasin), Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalsel mengingatkan pula kepada panitia pelaksana ibadah kurban serta bagi mereka yang berkurban supaya betul-betul sah.
Ia mengingatkan, jangan sampai di antara anggota badan hewan kurban sebagai upah, karena kelak akan mengurangi keutuhan hewan kurban tersebut di alam akhirat nanti.
Baca juga: Ustadz Abdurrahman Siddiq ungkap waktu "mustajab"
"Karena hewan kurban tersebut akan menjadi tunggangan kita (bagi yang berkurban) di Padang Mahsyar," lanjut Guru Saiful yang juga pernah menimba ilmu agama ke "Tanah Jawa".
Sebelum mengakhiri tausyiah, guru tersebut mengapresiasi kegiatan pelaksanaan ibadah kurban di Masjid Assa'adah mencapai belasan ekor sapi sebagai perwujudan Sunatullah dan Sunah Rasulullah Muhammad SAW.
"Ibadah kurban sunat. Tapi sunat yang dianjurkan, terutama bagi mereka yang mampu," demikian Guru H Saiful Anshari.
Banyak paparan terkait ibadah kurban. Sedangkan dalam kajian Sifat 20 membicarakan sifat "ma'ani" atau maknawiah bagj Allah SWT yang tidak sama dengan sifat-sifat hamba Nya.
Pewarta: Syamsuddin HasanEditor : Sukarli
COPYRIGHT © ANTARA 2026