London (ANTARA) - Menteri Luar Negeri (Menlu) Italia Antonio Tajani menegaskan lagi, Rabu, seruan untuk mencapai kesepakatan guna memastikan pembukaan kembali Selat Hormuz secara aman dan mengutamakan gencatan senjata yang langgeng di Lebanon.

Dalam percakapan telepon dengan Menlu Iran Abbas Araghchi, Menlu Tajani mengajak Iran segera mencari solusi yang membangun terhadap krisis yang sedang berlangsung. Dia juga mendorong Iran untuk membangun kembali hubungan positif dengan negara-negara di kawasan Teluk.

"Sangat penting untuk segera mencapai kesepakatan gencatan senjata yang menjamin pembukaan kembali Selat Hormuz dengan aman dan menegaskan program nuklir Iran sepenuhnya untuk kepentingan sipil," kata Tajani dalam unggahan di platform X.

Dia menambahkan bahwa Italia memprioritaskan tercapainya gencatan senjata yang berkelanjutan di Lebanon dan menyerukan semua pihak berkomitmen pada perdamaian yang stabil.

Italia, lanjutnya, siap berperan aktif dalam mendukung dialog dan memperkuat stabilitas di Lebanon maupun kawasan yang lebih luas.

 

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan pihaknya akan memperpanjang gencatan senjata dengan Iran untuk memberi waktu bagi Iran menyiapkan "proposal terpadu" setelah permintaan dari para pejabat Pakistan.

Di satu sisi, gencatan senjata yang diumumkan awal bulan April dijadwalkan berakhir pada Rabu. Di sisi lain, gencatan senjata selama 10 hari antara Lebanon dan Israel mulai berlaku pada Jumat lalu (17/4).

Namun demikian, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyatakan pihaknya akan tetap mempertahankan kendali atas wilayah yang didudukinya di Lebanon selatan.

Sejak 2 Maret lalu, serangan Israel di Lebanon dilaporkan menyebabkan sekitar 2.300 orang meninggal dunia, lebih dari 7.500 orang terluka, serta lebih dari satu juta orang mengungsi, demikian menurut data resmi.

Sumber: Anadolu



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Italia kembali serukan kesepakatan untuk buka Selat Hormuz

Pewarta: Yoanita Hastryka Djohan
Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026