Banjarmasin (ANTARA) - Khatib Tuan Guru Haji Ahmad Supian dalam khutbahnya di Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel) menyatakan, Al Qur'an menjadi alat penerang ketika kegelapan. 

"Oleh sebab itu, miliki Al Qur'an dan baca serta amalkan kandungannya," ujar Tuan Guru Supian yang juga  khadimul (maksudnya pengisi) majelis malam Rabu Masjid Raya Sabilal Muhtadin tersebut dalam khutbahnya sebelum Shalat Jum'at. 

Dengan mengutip Hadits Qudsi, Tuan Guru Supian mengatakan, bahwa kelak manusia akan menemui dua kegelapan yaitu ketika di alam kubur dan pada hari kiamat. "Tetapi dengan membaca dan mengamalkan kandungan Al Qur'an, tidak akan mengalami kegelapan," katanya. 

Tuan Guru yang sudah tergolong sepuh itu menyoroti dan menyayangkan kalau seorang Muslim tidak memiliki Al Qur'an di rumah tangganya. 

Baca juga: Guru Buchari ingatkan jangan anggap sepele makhluk lain

"Kalau Qur'an saja tidak memiliki. Jangankan untuk mengamalkan, untuk membaca saja tidak bisa. Sungguh disayangkan, Qur'an yang cuma puluhan ribu rupiah tak punya,. sedangkan yang harganya jutaan rupiah dipaksakan membeli, " ujar Tuan Guru Supian. 

Karenanya pula, Tuan Guru Supian berpesan, sebuah rumah tangga Muslim jangan sampai tidak memiliki Al Qur'an, belajar membaca selagi belum terlambat, kemudian mengamalkan. 

Sebelum mengakhiri khutbah, Tuan Guru Supian menyinggung perang di Timur Tengah (Timteng) belakangan ini seperti antara Iran dengan Israil. "Hal tersebut juga tidak terlepas dengan masalah duniawi," katanya. 

"Alhamdulillah, dan kita bersyukur Indonesia dalam keadaan aman dan tenteram," demikian Tuan Guru H Ahmad Supian. 

Baca juga: Guru Saifurrahman nyatakan rugi tak manfaatkan Ramadhan

Pada Jum'atan hari, Gubernur Kalsel H Muhidin belum berkesempatan bersama jamaah Masjid Raya Sebilah Muhtadin Banjarmasin, kendati sudah kembali dari melaksanakan ibadah umrah, karena sibuk dengan safari Ramadhan 1447 Hijriah. 

Suasana jamaah di Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin, sesudah Shalat Jum'at (6/2/2026). (ANTARA/Syamsuddin Hasan)

 



Pewarta: Syamsuddin Hasan
Editor : Sukarli

COPYRIGHT © ANTARA 2026