Semua makhluk ciptaan Allah seperti halnya binatang, pada dasarnya ada manfaat atau kegunaan,"

Banjarmasin (ANTARA) - Guru H Buchari Arnian dalam tausyiah di Masjid Assa'adah Komplek Beruntung Jaya Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel) mengingatkan kaum muslim agar jangan menganggap sepele kehidupan makhluk lain. 

"Semua makhluk ciptaan Allah seperti halnya binatang, pada dasarnya ada manfaat atau kegunaan," ujar Guru Buchari dalam tausyiahnya di hadapan jamaah Masjid Assa'adah tersebut sesudah Shalat Subuh, Kamis. 

Keluaran Perguruan Mu'alimin Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalsel itu menunjuk contoh anjing yang berdasarkan hukum Islam, hewan tersebut haram. 

"Namun walaupun haram, ada saja orang masuk surga karena anjing. Bahkan ada anjing yang masuk surga bernama Anjing Qitmir," ungkap alumnus FKIP ULM jurusan sejarah itu. 

Baca juga: Ustadz Walad dalam tausyiah ungkap rahasia dunia

Dengan mengutip kandungan Surah Kahfi (Goa), laki-laki asal pinggiran Pegunungan Meratus wilayah Kabupaten Balangan, Kalsel itu menjelaskan tentang masuk surganya Anjing Qitmir. "Karena Anjing Qitmir menjaga atau menjadi pengawal tujuh pemuda shaleh selama 309 tahun di dalam goa,' jelas Buchari. 

Ia menyebutkan, ketujuh pemuda shaleh yang menghindari Raja Diqyanus zalim di Efesus itu antara lain Tamlikha, Miksalmina (Maxalmena), Mikhaslimia (Bairunus), Martelius (Martinus), Casitius (Kastunus), Sidemius (Danimus/Yathbunus). 

"Oleh sebab itu, jangan menyepelekan makhluk lain ciptaan Allah, kendati mungkin ada anggapan sementara tak berguna atau justru bisa membahayakan," tegas Buchari Arnian. 

Sebelum mengakhiri tausyiah, mantan Kepala Sekolah beberapa Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) di Kota Banjarmasin itu sekilas menceritakan seorang pelacur masuk surga karena menolong seekor anjing kehausan. 

Selain itu, seekor anjing menggigit seseorang yang mencaci sahabat Rasulullah Muhammad saw yaitu Abubakar Siddiq. 

Guru H Buchari saat tausyiah di Masjid Assa'adah Komplek Beruntung Jaya Banjarmasin, sesudah shalat Subuh, Kamis (5/3/2026). (ANTARA/Syamsuddin Hasan)

 



Pewarta: Syamsuddin Hasan
Editor : Firman

COPYRIGHT © ANTARA 2026