Banjarmasin (ANTARA) - Tuan Guru Haji Madyan Noor Mar'ie dalam tausyiah di Masjid Assa'adah Komplek Beruntung Jaya Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel) mengingatkan "tampulu" (mumpung) bagi kaum Muslim.
"Tampulu itu gunakan untuk hal-hal positif, bukan sebaliknya kepada hal-hal negatif, ujar Tuan Guru Madyan di hadapan jamaah shalat. Subuh Kamis, Masjid Assa'adah tersebut.
Tuan Guru asal Amuntai (185 km utara Banjarmasin), ibukota Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) tersebut memberi contoh tampulu Ramdhan atau bulan penuh rahmah, berkah dan maghfirah (keampunan) perbanyak beramal ibadah.
Baca juga: Tuan Guru Madyan ungkap rahasia puasa dan peribadahan Ramadhan
"Ramadhan kan cuma satu kali dalam setahun atau 12 bulan. Karenanya Ramadhan kali ini kita manfaatkan sebaik-baiknya dan semaksimal mungkin. Sedangkan taun depan belum tentu bertemu Ramadhan lagi, " kata keponakan almarhum Idham Chalid - mantan Wakil Perdana Menteri (Waperdam) II masa Presiden Soekarno tersebut.
Tuan Guru yang lama menimba ilmu agama di Mekkah - Medinah tersebut kembali mengungkap keutamaan Ramadhan antara lain Allah memberikan ramhat dan berkat sebanyak-banyaknya seperti memberi pahala bukan cuma berlipat ganda, tapi bisa berganda-ganda.
Selain itu, memberikan keampunan atau membuka pintu taubat seluas-luasnya. "Tampulu masih ada umur segerlah bertaubat, tak perlu menunggu hari esok atau nanti, seperti pada bulan Ramadhan lakukan Shalat Taubat, meminta ampunan Nya, karena Allah Maha Pengampun," kafa Tuan Guru Madyan.
Baca juga: Tuan Guru Madyan ungkap keutamaan Sya'ban
Mantan Kstua Persatuan Qari dsn Qarish DKI Jakarta itu mengingatkan pula agar kaum Muslim jangan sampai lupakan Allah, karena harta serta istri dan anak cucu. "Misalnya sebagai seorang pedagang, ketika waktu shalat tiba tutup sementara dagangannya," demikian Tuan Guru H Madyan Noor Mar'ie.
Sebelum mengakhiri tausyiahnya, Tuan Guru yang masih sibuk dengan urusan pondok pesantren peninggalan almarhum Idham Chalid di Jakarta itu mengingatkan lima hal antara lain manfaatkan masa hidupmu sebelum datang waktu kematianmu agar kelak tak ada penyesalan.
Pewarta: Syamsuddin HasanEditor : Sukarli
COPYRIGHT © ANTARA 2026