Banjarmasin (ANTARA) - PT Dharma Lautan Utama (DLU) Cabang Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel), memberikan diskon tiket sebesar 15 persen bagi penumpang kapal yang melakukan perjalanan lebih awal pada Program Mudik Lebaran 2026.

Manajer Cabang PT DLU Banjarmasin Anton Wahyudi mengatakan program mudik lebih awal tersebut diberlakukan mulai H-30 hingga H-20 Lebaran sebagai upaya mengurai kepadatan penumpang pada puncak arus mudik.

“Diskon 15 persen ini kami berikan kepada penumpang yang memilih mudik lebih awal agar distribusi penumpang lebih merata,” kata Anton usai mendampingi perwakilan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memeriksa kesiapan kapal di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Rabu malam.

Ia menjelaskan, pemesanan tiket mudik Lebaran dapat dilakukan sejak H-30 hingga H-10 sebelum keberangkatan. Pada tahap awal, DLU membuka 50 persen kapasitas penumpang mulai H-30, kemudian sisa 50 persen kapasitas dibuka pada H-10.

Untuk melayani angkutan Lebaran, DLU Banjarmasin mengoperasikan dua kapal utama, yakni KM Dharma Rucitra I dan KM Dharma Kartika II, dengan kapasitas rata-rata sekitar 1.000 penumpang per kapal.

Baca juga: PT DLU kerahkan 50 kapal layani penumpang pada akhir tahun

Selain itu, DLU menyiapkan penambahan jadwal pelayaran dengan mengerahkan KM Dharma Kartika V pada H-9 dan H-3 Lebaran guna mengantisipasi peningkatan jumlah penumpang.

“Kapal tambahan ini akan membantu memperkuat layanan pada periode rawan lonjakan penumpang,” ujarnya.

Anton menegaskan, DLU berkomitmen penuh terhadap keselamatan pelayaran selama angkutan laut Lebaran dengan menerapkan prosedur keselamatan yang ketat dan terkoordinasi dengan otoritas terkait.

Baca juga: Pelabuhan Trisakti Banjarmasin dilintasi 6.784 pemudik H-5 lebaran

“Seluruh kapal wajib melalui ramp check yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub bersama KSOP Banjarmasin sebelum angkutan Lebaran dimulai,” katanya.

Ia menambahkan, selama pelaksanaan angkutan Lebaran, seluruh tahapan operasional pelayaran dipantau secara langsung oleh Ditjen Perhubungan Laut, termasuk pengawasan jumlah penumpang yang terdata secara sistem.

“Dengan pengawasan berlapis ini, kami memastikan keselamatan dan kenyamanan penumpang tetap menjadi prioritas utama,” ujar Anton.



Pewarta: Tumpal Andani Aritonang
Editor : Mahdani

COPYRIGHT © ANTARA 2026