Tanjung (ANTARA) - Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tabalong, Kalimantan  Selatan, berhasil melaksanakan program mencetak tenaga terampil melalui pelatihan sebanyak 11.630 peserta atau 387,6 persen pada tahun anggaran 2025, baik yang berbasis masyarakat maupun kompetensi. 

Kepala Disnaker Tabalong Hadi Ismanto mengatakan capaian ini adalah hasil kolaborasi dan kerja sama dengan beberapa SKPD dan dunia usaha.

"Program pelatihan yang dilaksanakan dirancang khusus menyesuaikan kebutuhan dunia usaha dan industri serta perkembangan zaman melalui berbagai inovasi dan intervensi," jelas Hadi, Sabtu. 

Baca juga: Disnaker Tabalong bekali wirausaha baru keterampilan agar mandiri
Baca juga: Dinas Tenaga Kerja Tabalong bekali pelaku UMKM pelatihan produktivitas

Pelatihan berbasis masyarakat difokuskan pada pembentukan wirausaha baru guna mendukung sektor UMKM dengan target menciptakan kemandirian ekonomi, sehingga peserta dapat memiliki usaha sendiri dan menjadi seorang entrepreneur yang mampu menyerap tenaga kerja.

Sedangkan pelatihan berbasis kompetensi (Standar Kemnaker)  sebagai bekal dasar bagi peserta  untuk masuk ke dunia industri.

"Kami mengapresiasi jajaran kecamatan dan desa yang mendukung program pelatihan berbasis masyarakat untuk menciptakan kemandirian warga," tambah Hadi.

Baca juga: Disnaker Tabalong bekali pencari kerja teknik konstruksi

Jenis  pelatihan non kompetensi seperti menjahit, memasak hingga perbengkelan merupakan  hasil akomodasi dari Pokir (Pokok Pikiran) DPRD yang menjaring aspirasi masyarakat saat reses.

Tahun 2025 dari  sekitar 40 paket pelatihan berbasis masyarakat (hasil pokir) yang direncanakan baru terealisasi  37 paket.

Hadi menyebutkan tahun ini akan  melakukan pemantauan dan evaluasi untuk memastikan penerima program pelatihan termasuk yang menerima bantuan peralatan bisa memanfaatkan hasil pelatihan dan  membuka wira usaha baru.
 



Pewarta: Herlina Lasmianti
Editor : Mahdani

COPYRIGHT © ANTARA 2026