Langkah strategis ini dilakukan untuk merespons kebutuhan dunia pendidikan dasar yang semakin dinamis serta memperkuat posisi program studi dalam standar akreditasi nasional, Aula Universitas Sapta Mandiri, Kamis.
Ketua Program Studi PGSD Universitas Sapta Mandiri, Misbahul Jannah, M.Pd., menyatakan bahwa perubahan ini bertujuan untuk memastikan setiap lulusan memiliki kompetensi nyata yang terukur.
“Kami berupaya memastikan bahwa setiap lulusan PGSD Universitas Sapta Mandiri memiliki daya saing yang tinggi. Kurikulum OBE bukan sekadar perubahan administratif, melainkan ruh baru dalam mencetak guru-guru masa depan yang benar-benar siap diterjunkan ke masyarakat dengan kualitas yang terukur,” tegas Misbahul Jannah dalam keterangannya.
Melalui kurikulum baru ini, profil lulusan yang ditargetkan adalah pendidik sekolah dasar yang profesional, memiliki keterampilan abad ke-21 (4C: Critical Thinking, Creativity, Collaboration, Communication), dan memiliki kemampuan sebagai pendidik inklusif.
Metode pembelajaran pun akan lebih variatif dan kontekstual melalui project-based learning, case-based learning, serta penilaian autentik.
Selain aspek pedagogis, workshop ini berkontribusi langsung pada penguatan dokumen akreditasi fakultas.
Fokus utama perbaikan diarahkan pada penyelarasan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK), serta penguatan sistem penjaminan mutu internal berbasis OBE.
Tantangan utama seperti sinkronisasi pemahaman dosen dan perumusan instrumen penilaian yang terukur dijawab melalui pendampingan teknis dan simulasi penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS).
Kegiatan ini melibatkan jajaran pimpinan Dekan FKIP, tim penjaminan mutu internal, serta narasumber ahli di bidang kurikulum perguruan tinggi.
Pewarta: Ragil DarmawanEditor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.