Petambak ikan bawal air tawar yang ada di Desa Pengambangan, Banjarmasin, Kalimantan Selatan kewalahan memenuhi permintaan pembeli yang ada di kota tersebut.
"Setiap kali panen selalu habis dibeli para penjual eceran yang ada di Pasar Sentra Antasari," kata Alfian ditemui di Kelurahan Pengambangan, Senin.
Alfian mengatakan mempunyai sekitar 20 buah tambak apung bawal namun belum mampu panen tiap hari untuk memenuhi permintaan pasar yang ada di Banjarmasin.
Dia bersama empat petambak lain yang ada di sepanjang Sungai Martapura memanfaatkan arus air yang bermuara dari hulu Sungai Pegunungan Meratus.
"Bahkan para pembeli ada yang datang langsung ke tambak untuk mencari ikan bawal yang siap panen," terang Alfian.
Harga ikan kalau sudah sampai di Sentra Antasari bisa mencapai Rp16.000-Rp18.000 perkilogram.
"Para penjual eceran rata-rata melego ikan Rp19.000-Rp20.000 per kg," tambah Alfian.
Menurut dia, para petambak apung ikan bawal didesa tersebut dalam membesarkan ikan tidak sepenuhnya menggunakan umpan pelet dari pabrik tetapi setelah berumur sekitar tiga bulan diberi umpan organik.
"Kalau mengandalkan umpat instan biayanya mahal dan rasa ikan kurang manis," ungkapnya.
Untuk mendapatkan makanan ikan orgnanik para petambak mencari sisa makanan berupa tulang ikan yang dikumpulkan dari beberapa rumah makan serta sisa membersihkan ikan berupa perut dan insang ikan besar yang ada dipasar.
"Kita sudah berlangganan dengan warung makan dan para pedagang ikan besar, jadi tiap hari tinggal mengangkut saja," jelas pria yang sudah menambak ikan kurang lebih empat tahun itu.
Menurut dia, petambak apung ikan bawal di sepanjang Sungai Martapura selama ini tidak mengalami kendala yang berarti dalam menjalankan usahanya karena bawal berwarna kemerahan itu cocok dengan air yang berwarna kuning kecoklatan tersebut.(Asm/A)
Editor : Abdul Hakim Muhiddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.