Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Banjarmasin Kompol Suhasto Sik melalui Kepala Unit IV Aiptu Sumarsono di Banjarmasin, Selasa mengatakan, pihaknya telah menyetop sementara operasional dua mesin SPBU di kawasan Jalan Ahmad Yani kilometer enam Banjarmasin.
Penyetopan operasional dua mesin SPBU tersebut dikarenakan salah satu petugas SPBU sedang melayani pembeli menggunakan jeriken atau dengan kata lain melangsir BBM jenis premium/bensin.
Dengan adanya petugas SPBU yang melanyani pembeli menggunakan jerigen itu maka pihak Unit IV Sat Reskrim langsung mengamankan dua orang pembeli dan satu petugas SPBU itu.
"Kami telah mengamankan dua orang pembeli BBM menggunakan jeriken dan satu orang petugas SPBU yang melayani pembeli tersebut dan saat ini ketiganya sedang dilakukan penyidikan," lanjutnya.
Ketiga orang yang diamankan oleh pihak Unit IV itu diketahui berinisial Rus alias Ujang (pembeli), Had (pembeli) dan Irw (petugas SPBU) dan sekarang sedang dalam proses penyidikan atas perbuatannya masing-masing.
Menurut dia, penyetopan sementara operasional dua mesin SPBU tersebut dengan cara mengunci menggunakan gembok dan dilakukan sekitar pukul 11.00 Wita dan bisa beroperasi kembali apabila penyidikan telah selesai dilakukan.
"Tiga orang yang kita amankan sekarang sedang dilakukan penyidikan, untuk operasional SPBU bisa beroperasi kembali apabila penyidikan sudah selesai," terangnya.
Marno sapaan akrab Kanit IV Sat Reskrim itu mengatakan, pihaknya melakukan hal tersebut karena intruksi dari atasan untuk mengamankan setiap pelangsir BBM yang ada disetiap SPBU yang ada di wilayah Kota Banjarmasin.
Bukan itu saja, hal itu dilakukan karena sekarang stok BBM bersubsidi di wilayah Kalsel diperkirakan akan mengalami kekosongan pada November 2010.
Atas dasar itu polisi akan mengamankan siapa yang membeli BBM di SPBU menggunakan jeriken atau sejenisnya, tegas Marno.
Diharapkan bagi para pembeli BBM yang menggunakan jeriken dan dengan cara apapun untuk tujuan usaha agar tidak dilakukan mengingat kondisi BBM yang semakin menipis stoknya.
Dengan adanya imbauan itu maka diharapkan semua masyarakat mengetahui dan tidak coba-coba melangsir BBM dengan cara apapun, apabila kedapatan di SPBU atau dimanapun akan ditindak tegas, demikian Marno.
Sebagaimana diketahui beberapa pekan terakhir distribusi BBM terutama jenis premium dan solar tidak stabil hal itu terkait makin menipisnya kuota BBM bersubsidi untuk Kalsel, kondisi itu dimanfaatkan penjual BBM eceran mengeruk keuntungan dengan menjual jauh di atas harga biasanya Rp5.000/liter untuk premium.
Editor : Abdul Hakim Muhiddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.