Air sungai Barabai, anak sungai Batang Alai yang mengalir membelah Kota Barabai, Ibu Kota Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, meluap dan menggenangi kawasan kota.
Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat (Kesbang Linmas) setempat, Kemat di Barabai, Ibu Kota Hulu Sungai Tengah (HST), Jumat, mengatakan pihaknya hingga kini terus melakukan pemantauan.
"Hingga kini kami belum menerima laporan atau keluhan dari masyarakat. Meski begitu, petugas terus melakukan pemantauan dengan berpatroli," ujarnya.
Beberapa ruas jalan di kawasan perkotaan seperti di Jalan SMP, Ulama, Kamasan, Bukat, Hivea, Sei Tabuk dan Mualimin, telah tergenang air.
Air dengan ketinggian yang terus bertambah juga menggenangi kawasan perumahan penduduk yang berada di pinggir bantaran sungai Barabai.
Kondisi terparah adalah kawasan pemukiman di Dharma Padawangan, Kelurahan Barabai Timur, dimana genangan air sudah setinggi lutut orang dewasa.
Sebagian rumah di Dharma Padawangan bahkan sudah ada yang kemasukan air hingga warga setempat terpaksa mengungsi ke rumah tetangga yang letak atau pondasinya lebih tinggi.
"Air juga menggenangi jalanan di kawasan pertokoan, pusat perbelanjaan Murakata yang berada di tengah kota dengan ketinggian antara 10cm hingga 30cm," katanya.
Perawatan infrastruktur dengan meninggikan badan jalan oleh Dinas Pekerjaan Umum setempat yang sebelumnya dilakukan, ternyata tidak berpengaruh banyak.
Seperti ruas jalan Sarigading, Ulama dan Kamasan, meski telah ditinggikan tetap saja terendam air luapan sungai Barabai.
"Sungai Barabai meluap setelah hujan terus turun nyaris tanpa henti sejak Kamis (22/12) lalu," tambahnya.
Meskipun hujan sejak pukul 15.00 Wita sudah tidak lagi turun di kawasan Kota Barabai, namun air terus meninggi.
Hal itu disebabkan oleh arus air yang turun dari hulu, yang merupakan daerah tinggi di kawasan Pegunungan Meratus.
Diperkirakan, sepanjang hujan di daerah hulu tidak reda maka debit air yang menggenangi kawasan perkotaan akan terus bertambah, demikian Kemat./adi/B
Editor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.