Hampir setiap bulan Polres Kotabaru berhasil menangani 10 - 18 tersangka terkait kasus zenit/carnophenKotabaru (Antaranews Kalsel) - Wakapolres Kotabaru Kompol Yusriandi Y menyebutkan Zenith atau Carnophen bisa menjadi penyebab utama terjadinya kecelakaan lalu lintas (laka lantas), dan kejahatan yang lainnya.
Hal itu disampaikan Wakapolres Kotabaru Kompol Yusriandi Y, di Kotabaru, dalam acara "talk show" diskusi di Radio Gema Saijaan, bersama Kasat Bina Mitra AKP Sigit Chahyono, serta personil Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Kotabaru, Selasa.
"Hampir setiap bulan Polres Kotabaru berhasil menangani 10 - 18 tersangka terkait kasus zenit/carnophen," katanya.
Bahkan dalam catatan Kepolisian, sebagian besar bahkan hampir 90 persen terjadinya kecelakaan lalu lintas, perkelaihan dan kejahatan lainnya disebabkan tersangka atau pelakuknya mabuk karena mengonsumsi zenith/carnophen.
Oleh karenanya, peran keluarga terutama orangtua menjadi ujung tombak dalam pencegahan anak-anak mereka agar tidak mengonsumsi zenith.
Bahkan, kata Wakapolres, zenith sudah menyebar di lingkungabn pelajar tingkat SMP, dan ini menjadi tugas orangtua apabila di rumah.
"Para orangtua harus lebih waspada dalam memperhatikan anak-anaknya, tidak hanya mengandalkan guru di sekolah, karena akan berakibat vatal," jelasnya.
Menurut Yusriandi, Kotabaru menyatakan "perang dengan zenith", Polsek-polsek di kecamatan-kecamatan di Kotabaru diminta untuk meningkatkan kewaspadaanya dalam mengantisipasi peredaraan zenith yang sudah semakin meresahkan.
Dia mengaku Polres juga telah memeberikan tindakan tegas kepada oknum-oknum yang terlibat, dan kini sudah diproses.
Kasat Bina Mitra AKP Sigit Chahyono, menambahkan hendaknya tidak hanya mengandalkan kepolisian semata dalam mengatasi masalah zenith, tetapi peran aktif para orangtua dan masyarakat sangat dibutuhkan.
Keberhasilan Kepolisian dalam mengungkap dan menangkap tersangka terkait zenitr/carnophen tidak terlepas dari peran masyarakat yang melaporkan adanya transaksi obat-obatan terlarang di lingkunganya.
Pewarta: Imam HanafiEditor : Hasan Zainuddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.