Puluhan unit rumah warga di sepanjang alur Sungai Kemuning Banjarbaru Kalimantan Selatan terendam akibat luapan air sungai saat hujan deras mengguyur kota itu, Kamis petang hingga malam.



Camat Banjarbaru Selatan Nazmi Adhani mengatakan, pihaknya masih belum menghitung secara pasti berapa jumlah rumah yang terendam, akibat meluapnya sungai yang membelah Kota Banjarbaru itu.

"Jumlah pasti berapa rumah yang terendam belum bisa dihitung karena ketinggian air bervariasi sehingga ada rumah yang terendam di satu kawasan tetapi ada juga yang tidak terendam," ujarnya saat memantau situasi Kamis malam.

Pantauan ANTARA, ketinggian air yang meluap sepanjang Sungai Kemuning terjadi sejak Kamis petang sekitar pukul 18.00 Wita usai hujan deras mengguyur Kota Banjarbaru satu jam sebelumnya.

Luapan air mulai mengalir dari Sungai Besar yang menjadi hulu Sungai Kemuning dan membanjiri alur sungai yang panjangnya mencapai tiga kilometer hingga merendam puluhan rumah yang berada di sisi kiri dan kanan sungai.

Ketinggian air yang bervariasi antara satu hingga dua meter dari badan sungai membuat puluhan buah rumah yang posisinya di tepi sungai terendam sehingga membuat penghuni rumah kalang kabut menyelamatkan barang berharga.

Kondisi paling parah terjadi di wilayah RT 16 Kampung Guntung Lua Kelurahan Kemuning dimana sejumlah rumah di kawasan itu terendam hingga air di dalam rumah mencapai mata kaki hingga lutut.

Salah seorang warga, Ny Irus mengaku, luapan air sungai Kemuning kali ini cukup besar sehingga rumahnya yang berjarak sekitar 20 meter dari aliran sungai ikut terendam.

"Ketinggian air kali ini memang cukup tinggi, biasanya hanya halaman rumah saya saja yang terendam tetapi kali ini air masuk hingga ke ruang tamu hingga setinggi mata kaki," ujar perempuan setengah baya itu.

Selain merendam rumah-rumah warga di kawasan itu, luapan air menerjang jembatan yang menghubungkan kawasan itu sehingga membuat oprit jembatan rusak karena tergerus derasnya air.

"Airnya sangat deras sementara bagian bawah jembatannya kecil sehingga air meluber dan menggerus oprit jembatan hingga membuatnya rusak. Untungnya air sudah mulai surut," ujar camat menambahkan.  

Hingga pukul 22.00 Wita, luapan air sepanjang Sungai Kemuning masih deras namun ketinggiannya sudah mulai berkurang sehingga membuat warga yang rumahnya terendam bisa membersihkan bagian dalam rumahnya.

"Kami bersama warga stanby dan waspada karena khawatir hujan kembali turun. Jika air sungai kembali meluap kami sudah menyiapkan tempat mengungsi warga yakni di mushola dan kantor kelurahan," kata camat. /zal/B




Editor : Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026