"Data ini berdasarkan citra satelit serta laporan kawan-kawan di lapangan seperti Manggala Agni, TNI-Polri hingga masyarakat peduli api," kata Kepala Pusat Standarisasi Instrumen Lingkungan Hidup Kementerian LH/BPLH Dasrul Chaniago di Banjarbaru, Kamis.
Baca juga: Bupati Tanah Laut siap siaga hadapi Karhutla
Khusus di Kalimantan Selatan, kata dia, berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) lahan terbakar di musim kemarau ini mencapai 150 hektare dari 83 kali terjadinya Karhutla.
Adapun lahan terbakar mayoritas jenis gambut yang jika musim kemarau tinggi permukaan air tanah berkurang drastis.
Dasrul menyebut jika areal gambut terbakar maka sulit dipadamkan lantaran api bisa mengendap di kedalaman tanah.
Oleh karena itu, diperlukan langkah pencegahan di samping penanggulangan jika sudah terlanjur terbakar.
Dia menyatakan pentingnya sinergi lintas lembaga untuk bersama-sama dalam upaya mencegah dan memadamkan Karhutla.
Baca juga: BPBD Kabupaten Banjar aktifkan posko di titik rawan karhutla
Seperti yang kini dilakukan di Kalimantan Selatan dengan melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang dimotori Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
"Dengan upaya modifikasi cuaca yang bertujuan agar turun hujan, maka ini langkah paling efektif untuk membuat tanah tetap basah sehingga sulit bagi api menyala," ujarnya.
Dengan demikian, jika tetap terjadi Karhutla ketika tanah basah maka patut diduga ada energi yang cukup disediakan oknum membakar secara sengaja.
"Siapa pun pelaku pembakar lahan harus ditindak tegas dan Kementerian LH komitmen melakukan penegakan hukum," ucapnya.
Baca juga: Ketua DPRD Banjarbaru dorong anggota dewan turut siaga karhutla
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kementerian LH catat 11 ribu hektare lebih lahan terbakar
