“Program terpadu ini sebagai harapan agar tidak ada lagi kelurahan tertinggal di Banjarmasin. Ke depan juga agar dipetakan daerah mana lagi yang masih minim akses pembangunan agar dibenahi pelan-pelan,” kata dia usai pembukaan TMMD ke-125 di Kuin Kacil, Banjarmasin, Rabu.
Baca juga: Kodim dan warga Banjarmasin bersihkan Sungai Veteran cegah banjir
Ia menegaskan kehadiran TMMD untuk membuka akses guna memperlancar aktivitas masyarakat, baik pertanian, pendidikan, dan perekonomian secara umum.
“Pendidikan juga menjadi perhatian penting, pembangunan di kelurahan ini akan mempermudah akses pendidikan bagi anak-anak,” ucap Yamin.
Pemerintah Kota Banjarmasin mengucurkan dana sekitar Rp1,5 miliar untuk mendukung kegiatan TMMD ke-125 di Kuin Kacil agar kegiatan pembangunan tersebut lebih maksimal dan hasilnya dapat dirasakan masyarakat setempat.
Ia menyebutkan, alokasi dana itu diupayakan bertambah jika memang kondisi di lapangan membutuhkan dana maksimal, hal ini agar sarana dan prasarana lebih cepat terealisasi.
“Kami berharap program ini terus berlanjut. Kepada masyarakat silakan sampaikan jika masih ada beberapa titik permukiman yang belum memiliki infrastruktur layak, ke depan bisa menjadi pertimbangan perbaikan,” tutur Yamin.
Baca juga: Dandim Banjarmasin: Lomba PBB Panglima TNI bentuk generasi patriotisme
Sementara itu, Komandan Kodim 1007/Banjarmasin Kolonel Inf Sigit Purwoko mengatakan Program TMMD ke-125 di wilayahnya melibatkan sekitar 150 personel gabungan dengan beberapa sasaran pembangunan, yakni pembukaan badan jalan sepanjang 623 meter dengan lebar dua meter.
Kemudian, pembangunan lima unit jembatan, pemasangan lima unit gorong-gorong, rehabilitasi rumah ibadah, pembuatan MCK, perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH), serta kegiatan penyuluhan seperti kesehatan, pertanian, dan lainnya.
Ia menekankan TMMD ini harus berdampak untuk membuka akses masyarakat beraktivitas khususnya petani guna memperkuat ketahanan pangan nasional di wilayah ini.
“Daerah ini berbatasan dengan daerah tetangga (Kabupaten Banjar). Karena daerah ini perbatasan sekaligus menjadi serambi Kota Banjarmasin, infrastruktur tidak boleh tertinggal, akses di perbatasan harus terbuka,” ujar Sigit.
Baca juga: Kodim Banjarmasin bedah rumah warga saat HUT ke-66 Kodam Mulawarman
Pewarta: Tumpal Andani AritonangEditor : Taufik Ridwan
COPYRIGHT © ANTARA 2026