Warga Kandangan, ibu kota Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, siaga menghadapi kemungkinan terjadi bencana banjir luapan Sungai Amandit.
        
Dalam suasana siaga bencana banjir tersebut, hampir semua warga "kota dodol", sekitar 135 km utara Banjarmasin itu, pada Senin malam tidak tidur semalam suntuk, demikian ANTARA melaporkan dari Kandangan, Selasa.
        
"Kami terpaksa tidak tidur semalaman, berkemas-kemas sebagai antisipasi kemungkinan makin tingginya luapan air Sungai Amandit," ujar Nordiah, warga kampung Pandai, Kandangan.
        
Bahkan banyak warga yang terpaksa meninggalkan rumah mengungsi ke tempat yang dianggap aman menghindari kemungkinan munculnya bencana, ujar Asti, warga Karang Jawa.
        
Kantor Koramil Kecamatan Padang Batung tampak diramaikan kehadiran pengungsi karena kawasan tersebut agak tinggi dan dianggap relatif aman dari bencana banjir.
        
Warga cukup banyak mengungsi, ungkap ibu dari satu anak itu karena aliran Sungai Amandit yang membelah kota dodol sudah merendam sebagian lantai rumah penduduk pada sejumlah kawasan di wilayah Kandangan.
        
Ketinggian air pada beberapa ruas jalan di kota tersebut memiliki kedalaman sepinggang orang dewasa atau sekitar 75 cm.
        
Luapan air Sungai Amandit itu baru agak mereda menjelang subuh Selasa (19/10) atau sekitar pukul 04.00 Wita namun sejumlah pengungsi belum berani pulang ke rumah, demikian Asti.
        
Akibat terjangan banjir dari luapan Sungai Amandit  sebanyak delapan rumah penduduk di daerah hulu sungai hanyut namun tidak menimbulkan korban jiwa.
        
Meluapnya Sungai Amandit karena guyuran hujan lebat hampir sehari suntuk pada Senin (18/10) di kawasan Pegunungan Meratus yang merupakan daerah hulu sungai-sungai di Kalsel.


: Abdul Hakim Muhiddin

COPYRIGHT © ANTARA 2026