Barabai (ANTARA) - Bupati Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan Samsul Rizal meraih penghargaan Revitalisasi Bahasa Daerah dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Mendikdasmen RI) Abdul Mu'ti dalam agenda Festival Tunas Bahasa Ibu Nasional (FBIN) tahun 2025.
Baca juga: Pemkab HSS kembali raih opini WTP BPK RI untuk ke-12 kali berturut-turut
"Selamat kepada kepala daerah, baik itu Gubernur, Walikota, dan Bupati yang telah berkhidmat bersama-sama melestarikan bahasa ibu sebagai kekayaan budaya Indonesia. Mari kita lestarikan bahasa daerah kekayaan bangsa yang tidak ternilai," kata Abdul Mu'ti di Depok, Jawa Barat, Senin.
Acara Festival Tunas Bahasa Ibu Nasional itu berlangsung di Gedung Merah Putih, Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kemdikdasmen, Depok, Jawa Barat dan Bupati HST Samsul Rizal satu-satunya kepala daerah dari Provinsi Kalsel yang menerima penghargaan Revitalisasi Bahasa Daerah ini bersama 43 kepala daerah lainnya se-Indonesia.
Dalam prosesnya piagam penghargaan tersebut diserahkan oleh Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Atip Latipulhayat, lalu Mendikdasmen RI Abdul Mu'ti mengucapkan selamat kepada 44 kepala daerah se-Indonesia yang sudah menerima penghargaan tersebut.
Usai menerima penghargaan, Bupati Samsul Rizal dalam menyatakan komitmennya untuk mengembangkan dan melindungi bahasa Indonesia dan bahasa daerah.
"Saya Samsul Rizal sebagai Bupati Hulu Sungai Tengah siap mengembangkan dan melindungi, serta mendukung program Bahasa Indonesia dan Bahasa Daerah," ungkap Bupati.
Ia juga mengajak seluruh pihak untuk mengutamakan bahasa Indonesia, melestarikan bahasa daerah, dan menguasai bahasa asing demi kemajuan daerah.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan HST Muhammad Anhar memastikan pihaknya segera menindaklanjuti komitmen Bupati Samsul Rizal terhadap pengembangan dan pelestarian bahasa daerah.
"Dua bulan terakhir kita sudah menyusun kurikulum bahasa Banjar, ini sudah dilakukan teman-teman guru tim pengembang, dan sudah sampai pada kerangka dan materi bahan ajar," jelas Anhar.
Baca juga: Disdukcapil Banjar raih penghargaan layanan prima dari KemenPAN-RB
Kurikulum Bahasa Banjar nantinya juga akan disisipkan materi tentang moral mengenai cerita rakyat lokal yang diharapkan dapat membentuk moral anak didik kita.
