Pemkab Kotabaru, Kalimantan Selatan, berencana membangun sekitar 5.000 unit rumah untuk pegawai negeri sipil di sekitar komplek Politeknik Stagen, sekitar 10 km sebelah barat Kota Kotabaru.
Bupati Kotabaru H Irhami Ridjani, Jumat, mengatakan, sebelum membangun perumahan, infrastruktur, seperti jalan dari jalan raya Stagen menuju komplek dan sarana yang lainnya akan dibangun terlebih dahulu.
"Saat ini, kami masih membangun jalan lebih dari 20 meter mulai dari Politeknik, menuju lokasi perumahan tembus Sebelimbingan, Gunung Ulin dan beberapa daerah lainnya," ujarnya.
Khusus untuk pembangunan infrastruktur jalan, Irhami mengaku, tidak akan menggunakan dana APBD Kotabaru, tetapi akan berkoordinasi dengan sejumlah perusahaan yang berada di Kotabaru.
"Kami mencari terobosan dalam membangun komplek tersebut, dengan tidak menggunakan dana APBD tetapi menggunakan dana pemberdayaan masyarakat (Community Development/CD) atau tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility /CSR) dari beberapa perusahaan," imbuhnya.
Beberapa pekan terakhir, bupati berhasil memimpin langsung pembuatan dan pembukaan jalan mulai dari jalan raya Stagen, Politeknik hingga menuju sejumlah desa di sekitar lokasi.
Irhami mengaku, pihaknya akan membuat komplek baru untuk mensejahterakan PNS di Kotabaru, melalui pembangunan rumah sebanyak 5.000 unit.
Sebelumnya, H Sjachrani Mataja saat masih menjabat sebagai Bupati Kotabaru 2005-2010 mengatakan, akan membangun perumahan PNS di Desa Sebelimbingan.
Berdasarkan hasil ekspos perumahan PNS oleh Lembaga Apiliasi Penelitian dan Industri Institut Teknologi Bandung (LAPI ITB) pada Mei 2008, biaya pembangunan perumahan pegawai negeri bersubsidi di Kotabaru akan menyerap dana APBD sekitar Rp1,3 triliun.
Dana tersebut diperuntukkan membangun 6.054 unit rumah PNS, terdiri dari Rp241,9 m, untuk 2.900 unit rumah tipe 36, Rp306,5 miliar untuk 2.500 unit tipe 54, dan Rp108 miliar untuk 654 unit tipe 70.
Selain untuk pembangunan perumahan PNS, dana tersebut juga diperuntukkan membangun infrastruktur Rp313,9 miliar, pertamanan, dan jembatan Rp293,4 miliar, empat unit gedung taman kanak-kanak Rp1,7 miliar, empat unit sekolah dasar Rp4,6 miliar, dan dua unit gedung SMP Rp616 juta.
Selain itu, tiga unit tempat ibadah Rp8,3 miliar, kantor kelurahan Rp2 miliar, gedung serbaguna Rp11,8 miliar, tempat praktek dokter bersama Rp2,5 miliar, ruko Rp11 miliar, serta "Community Center" senilai Rp4,3 miliar.C*C
Editor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.