Siring di Jalan Sudirman di tepi Sungai Martapura, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, yang selama ini dinilai bermanfaat bagi keindahan dan sebagai tempat rekreasi, akan diperpanjang hingga wilayah Pasar Lama.
"Lokasi Taman Siring yang dahulu dari depan Markas Korem hingga kantor Bappeda Kalsel, kini mulai dikerjakan hingga ke kawasan Pasar Lama," kata Kepala Dinas Pengelolaan Sungai dan Drainase Kota Banjarmasin Muryanta, Banjarmasin, Kamis.
Pekerjaan pembangunan Taman Siring tambahan tersebut dimulai November 2011, sedikitnya 208 batang tiang pancang dan siring beton akan ditanam untuk memperkuat bangunan kontruksi beton itu.
Targetnya penyelasaian proyek itu diperkiraka pada Oktober 2012. Untuk itu diharapkan dukungan masyarakat agar proyek dapat selesai sesuai dengan rencana, karena pasti ada aktivitas pekerjaan yang mengganggu arus lalu lintas kendaraan di kawasan tersebut.
Muryanta menjelaskan anggaran dana yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proyek Taman Siring dengan panjang sekitar 103 meter dan lebar lima meter itu, sebesar Rp8,5 miliar.
Sementara itu, pada tahun 2011 sudah dianggarkan sekitar Rp4,2 miliar, sisanya dianggarkan tahun berikutnya.
Ia menyebutkan material bangunan tersebut khususnya tiang pancang, sedang dipesan dari Kota Surabaya, Jawa Timur.
Taman Siring yang akan dibangun tersebut dilengkapi sejumlah fasilitas pendukung lainnya, termasuk menyediakan tangga, sehingga, fungsi siring yang diinginkan bisa tercapai.
Taman Siring Sudirman dibangun pada 2004 dengan dana belasan miliar rupiah, dan kini menjadi objek wisata bagi warga Kota Banjarmasin.
Selain Taman Siring Sudirman, juga dibangun Taman Siring di Jalan Pierre Tendean, di seberang sungai, untuk memperkuat julukan Kota Banjarmasin sebagai kota wisata sungai.
Taman Siring itu dibangun dengan desain sedemikian rupa, ada lampu hias, ada berbagai tanaman hias, beberapa fasilitas untuk bersantai, dan dilengkapi pula dengan dermaga angkutan wisata sungai seperti klotok yang bisa menuju ke berbagai lokasi objek wisata air lainnya di kota setempat.*C
Editor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.