Nilia ekspor Kalimantan Selatan hingga Oktober 2011 sebesar 7,5 miliar dolar AS atau mencapai target yang ditetapkan pemprov setempat 2011 yakni sebesar Rp7,3 miliar dolar AS.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pemerintah Provinsi Kalimatan Selatan Farida Wariansi di Banjarmasin Rabu mengatakan, target ekspor Kalsel berdasarkan rencana pemerintah jangka menengah adalah 12 persen per tahun.

Jika tahun 2010 ekspor Kalsel mencapai 6,5 miliar dolar AS maka pada akhir 2011 harus mencapai 7,3 miliar dolar AS.

"Tapi kenyataannya hingga Oktober nilai ekspor kita telah Rp7,5 miliar dolar AS, jadi telah jauh melampaui target yang ditetapkan," katanya.

Hingga saat ini, kata dia, batu bara masih menjadi komoditas tertinggi untuk ekspor Kalsel yaitu 6,3 miliar dolar AS lebih naik dibanding sebelumnya 4,5 miliar dolar AS.

Kenaikan nilai ekspor batu bara yang cukup signifikan tersebut terjadi, selain karena produksi yang meningkat dari 72,7 juta ton menjadi 81,9 juta ton juga karena harga batu bara yang naik cukup bagus.

Sedangkan untuk sektor tambang secara keseluruhan, kata Farida produksinya mencapai 87,8 juta ton lebih naik dibanding sebelumnya 76,6 juta ton.

Begitu juga dengan nilai ekspor tambang naik dari sebelumnya, 4,6 miliar dolar AS menjadi 6,4 miliar dolar AS lebih.

Selanjutnya yaitu hasil perkebunan sawit atau CPO juga mengalami kenaikan cukup signifikan dari 491,9 ribu ton menjadi 708,6 ribu ton atau naik sekitar 44 persen lebih.

Sedangkan nilainya, naik dari 347,2 juta dolar AS menjadi 735,6 juta dolar AS.

Kenaikan produksi dan nilai ekspor CPO terjadi karena permintaan pasar dunia yang terus mengalami kenaikan dan harga yang juga mulai membaik walaupun kadang mengalami penurunan.

Selain itu, beberapa perusahaan juga mulai melakukan produksi sesuai dengan target yang telah ditetapkan./B*C




Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026