Harga premium di Kotabaru, Kalimantan Selatan Kamis (24/11) melonjak hingga mencapai Rp12.500 per liter dari biasanya sebesar Rp5.000-Rp7.000 per liter.

"Selain harganya mahal, premium juga tidak ada dijual di pedagang eceran," kata seorang pedagang di Kelumpang Selatan Kotabaru Wiyono, Kamis.

Pedagang sembako dan premium tersebut mengemukakan, kekosongan premium itu telah menyebabkan banyak siswa SMP dan SMA di pelosok desa tidak masuk sekolah karena bensin sepeda motor dan kendaraan umum yang ditumpanginya kehabisan BBM.

Banyak pedagang eceran terpaksa mencari dan meminta kiriman dari Kotabaru, namun usahanya tetap gagal, karena di wilayah perkotaan sendiri para pelangsir juga tidak mendapatkan premium dari stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Jika hal ini terjadi hingga sepakan dan tidak segera ditangani, dikhawatirkan distribusi barang kebutuhan sehari-hari ke pelosok desa terganggu.

Bukan hanya berdampak tersendatnya distribusi sembako, tetapi juga dikhawatirkan akan mengganggu aktivitas perusahaan perkebunan kelapa sawit dan minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO).

Karena sebagian besar karyawan perusahaan perkebunan di wilayah Kotabaru  menggunakan transportasi kendaraan roda dua dengan bahan bakar premium.

Kekosongan premium bukan hanya terjadi di Kelumpang Selatan, tetapi juga beberapa daerah di Kotabaru.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan diminta mengusulkan tambahan jatah bahan bakar minyak jenis premium dan solar untuk memenuhi kebutuhan warga di provinsi yang kini berpenduduk 3,6 juta jiwa tersebut.

Permintaan tersebut disampaikan Ketua Himpunan Swasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Kalsel, H Addy Chairuddin Hanafiah dalam dengar pendapat dengan Komisi III bidang pembangunan dan infrastruktur DPRD provinsi setempat beberapa waktu lalu.

Ia mengungkapkan, jatah BBM untuk Kalsel belakangan ini per hari premium cuma 770 kiloliter (kl) atau setara 770.000 liter, terbagi 74 Stasiun Pengisin Bahan bakar Umum (SPBU) yang tersebar pada 13 kabupaten/kota.

Begitu pula, untuk jenis solar per hari jatah Kalsel di bawah 770 kl, yang berarti tiap SPBU hanya bisa mendapatkan BBM tersebut rata-rata sekitar 10.000 liter.

Persoalan keterbatasan jatah BBM tersebut, membuat antrean panjang mobil pada sejumlah SPBU di Kalsel, terutama untuk mendapatkan bahan bakar bersubsidi./C*C




Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026