Jangan takut tidak bisa membiayai sekolah karena ekonomi, karena sekarang kita sudah menyediakan beasiswa bagi anak-anak yang kurang mampu
Rantau, (Antaranews Kalsel) - Bupati Tapin HM Arifin Arpan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar lebih mementingkan pendidikan untuk anak-anaknya.

Sebelumnya dikatakan Bupati dikarenakan masing tingginya pernikahan dini khususnya di daerah-daerah perdesaan sehingga membuat anak-anak yang kebanyakan perempuan harus kehilangan haknya untuk bersekolah lebih cepat.

"Kita harus terus berupaya menghilangkan tradisi atau kebiasaan masyarakat yang beranggapan anak perempuan makin cepat menikah makin bagus," ujar Bupati.

Dijelaskan Bupati, padahal pernikah dini rawan berakibat terjadinya Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), dikarenakan si anak belum siap untuk membangun sebuah rumah tangga.

"Sekarang banyak anak-anak yang baru berumur 18 sampai 20 tahun udah berstatus janda," kata Arifin.

Maka dengan itu Bupati pun mengajak masyarakat agar lebih mementingkan pendidikan anak-anaknya agar lebih matang kedepannya dalam menata rumah tangga.

"Jangan takut tidak bisa membiayai sekolah karena ekonomi, karena sekarang kita sudah menyediakan beasiswa bagi anak-anak yang kurang mampu," terang Bupati.

Apalagi menurut Bupati, pemerintah saat ini mewajibkan pendidikan 12 tahun hingga pendidikan SMA.

"Ini peran media juga sangat penting dalam mensosialisasikan agar masyarakat lebih mengutamakan pendidikan untuk menjadikan anak-anak kita SDM yang berkualitas," pesan mantan Ketua DPRD Tapin tersebut.


Pewarta: M Husein Asyari
Editor : Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026