Pemerintah kabupaten Tabalong Kalimantan Selatan, menggiatkan program peningkatan perekonomian masyarakat dengan mengalokasikan 40 persen total Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2011 atau sekitar Rp399,5 miliar.



Menurut Wakil Bupati Tabalong, Muchlis, di Tanjung, Selasa untuk program kepentingan masyarakat pihaknya membentuk tim penanggulangan kemiskinan dengan melibatkan seluruh SKPD terkait termasuk kalangan LSM.


"Kita juga telah membentuk tim penanggulangan kemiskinan sebagai upaya pemerintah daerah mengurangi kemiskinan dan tahun ini sekitar 40 persen dari dana APBD diperuntukkan bagi program masyarakat," jelas Muchlis.


Tahun lalu anggaran untuk program penanggulangan kemiskinan di kabupaten dengan julukan Bumi Saraba Kawa ini mencapai Rp1,5 miliar pada 2010 dan 2009 justru lebih besar yakni Rp1,86 miliar.


Sementara itu dari data sementara hasil sensus pendataan Program Perlindungan Sosial (PPLS)  2011 oleh Badan Pusat Statistik Tabalong untuk masyarakat miskin atau masyarakat kelas menengah kebawah, terdeteksi sebanyak 15 ribu orang dari 218.620 penduduk Bumi Sarabakawa yang miskin dan rawan miskin.


"Dibanding data sensus penduduk 2010, hasil sensus PPLS 2011 diperkirakan jumlah keluarga miskin dan rawan miskin meningkat, dari 7.000 orang menjadi 15 ribu orang," jelas Kepala BPS Tabalong, Heriady.


Dalam sensus 2011, BPS tak hanya mendata keluarga atau rumah tangga miskin namun termasuk yang rawan miskin.


Data rumah tangga miskin dan rawan miskin tersebut, ujar Heriady menjadi acuan pemerintah daerah maupun pusat dalam menyusun program peningkatan kesejahteraan masyarakat./mia




Editor : Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026