Pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Selatan pada triwulan III (Juli-September) 2011 mencapai angka 8,13 persen.

Pertumbuhan tertinggi pada triwulan III 2011 itu pada sektor pertanian yang mencapai 15,91 persen, kata Kepala Badan Pusat Statistik Kalimantan Selatan, Iskandar Zulkarnain, pada wartawan di Banjarmasin, Senin.

Bila dibandingkan triwulan yang sama tahun sebelumnya, perekonomian Kalsel tumbuh sebesar 5,77 persen (y-to-y) dengan pertumbuhan tertinggi pada sektor perdagangan, hotel, dan restoran 9,08 persen dan terendah pertanian 2,76 persen.

Pertumbuhan ekonomi Kalsel secara kumulatif hingga triwulan III 2011 dibanding periode yang sama tahun 2010 (c-to-c), mencapai 6,04 persen.

Sedangkan nominal Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yang dihasilkan pada triwulan III 2011 senilai Rp19,26 triliun, sehingga secara kumulatif pada 2011 diperkirakan mencapai Rp51,41 triliun.

Dari sisi penggunaan, pertumbuhan ekonomi triwulan III 2011 (q-to-q) didorong oleh konsumsi pemerintah 10,71 persen, rumah tangga 3,56 persen, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) 5,53 persen dan ekspor 3,85 persen.

Untuk konsumsi rumah tangga naik akibat dari momen puasa dan lebaran Idul Fitri 1432 Hijriah dan konsumsi pemerintah juga menaik karena penyerapan anggaran yang mulai meningkat pula.

Sementara ekspor komoditi juga menunjukkan peningkatan yang cukup baik (3,85 persen), terutama pada barang dagangan berupa batu bara dan kelapa sawit, yang merupakan andalan Kalsel saat ini.

Berdasarkan pengalaman beberapa tahun belakangan, puncak kapasitas ekonomi Kalsel berada pada triwulan III. Begitu pula struktur permintaan, beberapa komponen terutama komponen konsumsi juga mencapai puncak pada saat ini.

Keadaan serupa juga sektor-sektor produksi, seperti pertanian berada pada kapasitas produksi yang optimum dalam triwulan III, demikian Iskandar Zulkarnain./her*C




Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026