Pemerintah Kota Banjarbaru menginventarisasi lahan sekitar kawasan Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin Kalimantan Selatan untuk mendukung perluasan bandara setempat.
Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru Syahriani Syahran, Jumat mengatakan, pihaknya sudah menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Pertanian Perikanan dan Kehutanan untuk menginventarisasi lahan tersebut.
"Staf dua dinas itu sudah turun lapangan menghitung harga bangunan dan tanam tumbuh yang akan dibebaskan meliputi wilayah dua kelurahan yakni Kelurahan Syamsudin Noor dan Guntung Payung," ujarnya.
Menurut dia, inventarisasi dan identifikasi kawasan sekitar bandara yang masuk dalam rencana perluasan itu diperlukan agar mempermudah Panitia Pembebasan Lahan bersama PT Angkasa Pura I menghitung ganti rugi.
Dikatakan Syahriani yang juga menjabat Ketua Pengadaan Tanah Kota Banjarbaru, selain langkah panitia yang menurunkan staf dinas menginventarisasi dan identifikasi lahan, pemilik tanah juga diminta mematok batas tanah.
"Hal itu untuk mempermudah petugas di lapangan dalam menginventarisasi dan identifikasi lahan sehingga dalam proses ganti rugi nanti tidak ada masyarakat yang dirugikan," ungkapnya.
Dikatakan, hasil inventarisasi dan identifikasi tersebut akan dijadikan dasar bagi Panitia Pembebasan Lahan untuk menghitung ganti rugi baik bangunan maupun tanaman yang tumbuh di dalam kawasan tersebut.
"Ganti rugi atas bangunan dan tanaman dibicarakan lagi dengan pemilik lahan berpatokan hasil perhitungan lapangan. Sedangkan ganti rugi tanah berdasarkan harga berlaku dan kesepakatan bersama," ujar dia.
Ditambahkan, proses inventarisasi dan identifikasi diperkirakan memakan waktu hingga pertengahan November dan ditargetkan akhir November sudah ada kesepakatan harga ganti rugi.
"Jika sudah ada kesepakatan harga, tinggal kesiapan PT Angkasa Pura I membayar ganti rugi kepada warga yang tanahnya termasuk dalam kawasan perluasan bandara," katanya.
Perluasan Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin merupakan program PT Angkasa Pura I yang berencana menambah luasan kawasan bandara untuk meningkatkan pelayanan kepada penumpang di bandara tersebut.
Pembebasan lahan direncanakan selesai akhir 2011 sehingga proses pembangunan bisa dimulai pada 2012 dengan luas lahan yang diperlukan mencapai 180 hektare lebih./zal*C
Editor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.