Dinas kesejahteraan sosial dan pariwisata Tabalong, Kalimantan Selatan merealisasikan sekitar 14 buah rumah bagi warga miskin melalui program bedah rumah pada 2010 yang diprioritaskan untuk lanjut usia.
        
Program bedah rumah atau proyek rehabilitasi rumah tidak layak huni menurut Kadis Kesejahteraan Sosial dan Pariwisata Tabalong Drs Birhasani di Tanjung, Senin diprioritaskan bagi lanjut usia miskin yang tersebar di wilayah Tabalong.
        
"Melalui program bedah rumah kita ingin membantu warga miskin khususnya lanjut usia dan pada 2010 sudah 14 rumah terealisasi melalui dana APBD induk," jelasnya.
        
Sementara itu dalam APBD perubahan telah dialokasikan program serupa untuk 28 buah untuk wilayah Selatan Tabalong yakni Kecamatan Tanta, Banua Lawas, Pugaan, Muara Harus dan Kelua.
        
"Pada APBD perubahan kita mengusulkan tujuh rumah untuk program rehabilitasi rumah tidak layak huni dan akhirnya disetujui sebanyak 28 rumah mengingat tingginya permintaan masyarakat miskin akan kegiatan bedah rumah," katanya.
        
Ironisnya kegiatan rehabilitasi untuk 28 rumah belum bisa dilaksanakan menyusul dana yang tersedia belum dikucurkan.
        
Selain diperuntukkan bagi warga lanjut usia miskin kegiatan itu juga diperuntukkan bagi janda atau keluarga miskin dengan jumlah tanggungan cukup banyak dengan kondisi rumah yang tidak layak huni.
        
"Untuk rehabilitasi 28 rumah belum bisa direalisasikan karena masih menunggu pencairan dana dari keuangan kabupaten, harapan kita sebelum akhir tahun anggaran kegiatan itu bisa dilaksanakan karena masyarakat miskin mengharapkan," jelasnya.
        
Dalam kegiatan bedah atau rehabilitasi rumah tidak layak huni, dinas hanya sebatas menyediakan bahan atau materi bangunan berupa papan dan sebagainya sedangkan pelaksanaan pembangunan diserahkan kepada masyarakat secara gotong royong.
       
"Masyarakat secara gotong royong membantu kegiatan rehab rumah, dinas hanya menyediakan bahan bangunan dan tahun ini sudah ada sekitar 168 rumah yang diusulkan warga untuk mendapatkan bantuan program bedah rumah," kata Birhasani.
       
Karena keterbatasan dana APBD telah mengusulkan ke pemerintah pusat untuk mendapatkan bantuan dana bagi kegiatan rehabilitasi sekitar 168 rumah.
        
Tahun sebelumnya program bedah rumah hanya terealisasi sebanyak 45 buah dan tiap kecamatan dijatah satu hingga dua buah rumah mengingat dana APBD yang tersedia juga terbatas.


Editor : Abdul Hakim Muhiddin

COPYRIGHT © ANTARA 2026